Wisatawan Belum Bisa Naik ke Candi Borobudur, Ini Penjelasan Pengelola

24
Wisatawan mengabadikan momen saat mengunjungi Candi Borobudur. (Foto: info31.id/Pool/Dok. TWC)

MAGELANG, info31.id – PT Taman Wisata Candi (TWC) masih membatasi area kunjungan di Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Ratu Boko, selama dibuka saat pandemi Covid-19. Pembatasan tersebut membuat wisatawan tidak bisa memasuki area candi dan hanya berada di pelataran atau halaman candi saja.

Warganet kerap mempertanyakan pembatasan tersebut. Pasalnya, jalan-jalan di area candi merupakan kegiatan yang paling sering dilakukan wisatawan saat berkunjung ke candi.

Marketing & Service Director PT TWC Hetty Herawati menjelaskan, terdapat alasan dibalik pelarangan bagi wisatawan untuk memasuki area candi selama pandemi Covid-19.

“Selasar di monumen candi cukup sempit, sehingga pihak Badan Konservasi Borobudur (BKB) dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) menutup akses naik ke monumen sejak awal pandemi Maret 2020,” ungkapnya, Kamis (18/11/2021).

BKB dan BPCB merupakan pemegang otoritas pengelolaan zona 1 dan monumen candi yang berada di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Menurut Hetty, kebijakan tersebut selaras dengan protokol kesehatan yang diterapkan pihaknya pada tiga tujuan wisata itu dalam meminimalkan terjadinya kerumunan.

Baca Juga: Hore! Anak di Bawah 12 Tahun Kini Sudah Boleh Masuk Candi Borobudur

PT TWC mengurangi jumlah pengunjung dengan menetapkan kuota kunjungan. Jalur di dalam kawasan wisata pun diatur guna memastikan jarak aman antarpengunjung. “(Kuota kunjungan harian) Borobudur 4.000 pengunjung, Prambanan 3.500 pengunjung, dan Ratu Boko 1.700 pengunjung,” jelasnya.

PT TWC hanya mengizinkan wisatawan untuk berkunjung ke zona 1 Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Ratu Boko. Zona 1 merupakan area pelataran atau halaman candi, sementara zona 2 merupakan area taman di sekitar candi.

Namun, pihak TWC melarang wisatawan untuk berkunjung ke zona 1 setiap hari Senin. Aturan tersebut berlaku pada tiga tempat wisata tersebut. Hetty mengungkapkan, aturan ini berdasarkan kebijakan dari BKB dan BPCB Jawa Tengah, serta BPCB Yogyakarta dalam kawasan candi.

“(Mereka) membuat kebijakan penutupan akses ke pelataran untuk pemeliharaan zona 1 setiap Senin. Akan tetapi, Taman Wisata Candi tetap buka di hari Senin tersebut. Pengunjung masih bisa menikmati taman zona 2 dan segala fasilitasnya,” pungkasnya.