Waspada, Pencuri Data di Medos Berkeliaran

12

Muaro Jambi, Info31.id – Salah satu kejahatan pencurian data adalah social engineering yaitu mencari informasi rahasia korban dengan meminta langsung melalui sms, email, SIM swap fraud dan lain sebagainya. Cara menghidari antara lain jaga dan lindungi data username, password, nomor rekening, mobile banking).

“Lindungi data pribadi bersifat umum (nama, jenis kelamin, agama dan alamat) serta spesifik (biometrik, kesehatan, pandangan politik, keuangan dan lain lain),” kata Bambang Febrianto, General Treasure of Sobat Cyber Indonesia, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Konten Digital: Hak Cipta dan Etika”, Senin (27/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo dan Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Informasi dan Komunikasi, Semuel Abrijani Pangerapan.

Pembicara lain, I Gede Putu, menjelaskan fitur proteksi software dan hardware yang perlu kita pahami agar tidak menjadi korban kejahatan di dunia maya. Banyak kasus pencurian data, antaranya pencurian data di e-commmerce (bocor data tokopedia, bhineka, bukalapak).

“Pendukung fitur proteksi dari hardware antara lain genset, UPS, Data Center, Biometrik dan Pendingin. Sementara 4 security tools untuk user antara lain firewall, antivirus, antispyware dan Password Management Software,” paparnya.

Sementara itu, Kaprodi Ekonomi Syariah STAI Mambaul Ulum Jambi, Dedi Saputra, memaparkan hoax bertujuan membentuk opini, iseng, menjatuhkan saingan dan lain sebagainya. Jenis hoax diantaranya fake news, clickbait (tautan jebakan), confirmation bias, missinformation, satire, post truth dan propaganda. “Dampak dari hoax akan membuat perpecahan dan diintregasi bangsa (berita provokatif, kebencian dan lain sebagainya),” ujarnya.