Waspada dengan Orang Baru Dikenal di Dunia Maya

7
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. (Foto : Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo)

DELI SERDANG, Info31.id – Berdasarkan data Komnas Perempuan, terdapat berbagai jenis kekerasan seksusal di dunia siber seperti pelecehan, perdagangan manusia, peretasan, dan layanan pornografi. Selain itu, ancaman distribusi foto atau video pribadi untuk balas dendam, pencemaran nama baik, pemalsuan identitas serta menguntit korban.

“Kekerasan seksual di dunia siber meningkat signifikan pada masa pandemi Covid-19. Ini dipicu oleh peralihan aktivitas jejaring sosial baik dunia pekerjaan maupun Pendidikan,” ungkap Dewi Anggraini, Tenaga Pengajar, saat menjadi pembicara dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Melawan Pelecehan Seksual di Dunia Digital”, Selasa (21/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, memberikan sambutan dan mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Menurutnya, persoalan pelecehan seksual di ruang digital dan dunia nyata masih banyak terjadi. Pelecehan seksual secara umum dapat diartikan sebagai segala macam bentuk perilaku berkonotasi atau mengarah pada hal-hal seksual, dilakukan secara sepihak dan tidak diharapkan oleh sasaran.

“Sehingga menimbulkan reaksi negatif seperti malu, marah, benci, tersinggung, dan sebagainya pada diri individu yang menjadi korban pelecehan seksual tersebut,” papar Dewi Anggaraini.

Dia merinci, pelecehan seksual di media sosial antara lain spamming dengan komentar tidak pantas, doxing yang menyebarkan informasi pribadi tanpa izin, dan pelecehan visual melalui pengiriman foto kurang pantas menggunakan akun palsu.

“Dalam ruang digital, siapa saja bisa mengakses ruang digital dengan bebas. Karena itu, kita harus berhati-hati, jangan sembarangan berbagi data pribadi, dan wapada terhadap orang yang baru kenal di dunia maya,” pungkasnya.