Wamenkeu Optimistis Realisasi PEN akan Tercapai hingga 95 Persen

24
Wamenkeu Suahasil Nazara saat memberikan pidato kunci pada acara Webinar Outlook Ekonomi Indonesia 2022, Senin 22 November 2021. (Foto: info31.id/Pool/Dok. Kemenkeu)

JAKARTA, info31.id – Sampai bulan November 2021, realisasi klaster insentif dunia usaha telah mencapai 99,4 persen yakni sebesar Rp62,47 triliun dari pagu Rp62,83 triliun. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara optimistis realisasi PEN akan tercapai hingga 95 persen.

“Artinya apa? Artinya ada kegiatan ekonomi, kegiatan ekonominya bergerak, dan karena kegiatan ekonominya bergerak maka ada klaim atas insentif pajak. Kalau tidak ada kegiatan ekonomi atau tidak ada transaksi, maka tidak ada klaim,” ungkap Wamenkeu saat memberikan pidato kunci pada acara Webinar Outlook Ekonomi Indonesia 2022, Senin 22 November 2021.

“Tapi kalau klaim bisa sampai 99 persen, ini artinya ada kegiatan ekonomi. Bagaimana dengan sampai akhir tahun? Kemungkinan besar ini akan melewati 100%, dan kita akan akomodasi sebagai bentuk dorongan dari APBN agar kegiatan ekonomi terus bergulir,” tambahnya.

“Berapa persisnya? Ini nanti kita lihat di bulan Desember. Namun hampir pasti insentif usaha dalam konteks pemulihan ekonomi nasional akan melewati 100% dari pagu-nya,” ujar Wamenkeu.

Baca Juga: APBN Responsif, Indonesia Pertahankan Laju Pertumbuhan Positif

Realisasi PEN klaster kesehatan hingga 19 November sebesar Rp135,53 triliun atau 63 persen dari pagu Rp214,96 triliun. Wamenkeu memperkirakan, akan terjadi realisasi yang cukup tinggi hingga akhir tahun nanti.

Hal tersebut dikarenakan saat ini masih ada sejumlah tagihan yang masih berproses di rumah sakit yang merawat pasien Covid, dimana terjadi lonjakan kasus yang eskalatif akibat varian Delta pada Juli-Agustus lalu.

Sementara, klaster perlindungan sosial sudah mencapai angka penyerapan sebesar Rp140,50 triliun atau 75,5 persen dari pagu sebesar Rp186,64 triliun.

Pada klaster dukungan UMKM dan Korporasi, anggaran yang terserap Rp81,83 triliun atau 50,4 persen dari pagu sebesar Rp162,40 triliun. Dan, anggaran pada klaster program prioritas telah terpakai sebesar Rp75,44 triliun atau 64 persen dari pagu sebesar Rp117,94 triliun.

“Perlindungan sosial akan mencapai target, sekarang masih ada pembayaran di bulan November dan Desember. Dukungan UMKM dan korporasi juga seperti itu, subsidi bunga KUR masih ada dalam proses penagihan namun ini akan terserap sekitar 90%-an di akhir tahun,” pungkas Wamenkeu.