Visa Gandeng ALTO Fasilitasi Transaksi Kartu Debit Domestik di Indonesia

Jakarta, info31.id — Perusahaan pembayaran digital dunia Visa, dan ALTO, penyedia layanan switching dan pembayaran digital Indonesia, hari ini secara resmi meluncurkan kemitraan untuk memfasilitasi pemrosesan transaksi kartu debit secara domestik, yang didukung oleh Bank Indonesia.

Melalui kemitraan ini, Visa dan ALTO akan bekerja sama untuk menghadirkan keunggulan global di sistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN)  dengan meningkatkan kapabilitas ALTO menjadi kelas dunia perihal sistem keamanan, efisiensi operasional, dan manajemen risiko.

Kemitraan ini juga akan menghadirkan inovasi pembayaran terbaru dan memberikan layanan bernilai tambah bagi para pelaku bisnis dan konsumen, serta memperluas penerimaan teknologi pembayaran contactless dan e-commerce di Indonesia.

Menyambut kemitraan ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan, pemerintah berharap kerja sama ini akan mampu mendukung ekosistem pembayaran digital yang lebih aman, cepat dan murah untuk memperlancar transaksi keuangan, serta mampu menurunkan biaya transaksi pembayaran, mendukung efektivitas kebijakan di sektor keuangan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital dan sistem keuangan secara umum.

“Kemitraan ini kiranya menjadi capaian positif bagi ALTO, untuk meningkatkan kemampuan menuju kelas dunia melalui transfer knowledge dari VISA di bidang keamanan siber, manajemen risiko, keberlangsungan bisnis dan operasional,”  ujar Airlangga dalam sabutan sebagai keynote speaker diacara yang digelar secara daring, Kamis, (10/6/2021).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Fitria Irmi Triswati, mengatakan, Bank Indonesia mendukung penuh kemitraan ALTO dan Visa sebagai langkah penting dalam meningkatkan kapabilitas pemrosesan transaksi kartu debit secara domestik dan memastikan standar operasional, manajemen risiko, dan keamanan yang berkualitas global.

“Kami meyakini kemitraan ini akan memberikan nilai tambah dalam mendukung Visi Sistem Pembayaran Bank Indonesia 2025, terutama terkait prinsip timbal balik dalam hal pemrosesan semua transaksi secara domestik di sistem Gerbang Pembayaran Nasional. Kami berharap kemitraan ini dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital yang sejalan dengan kepentingan nasional,” ujarnya.

Presiden Direktur Visa Indonesia, Riko Abdurrahman mengatakan, pihaknya sangat antusias dalam menghadirkan teknologi pembayaran dalam kemitraan dengan ALTO. Menurutnya, kemitraan ini akan memperkuat posisi ALTO sebagai mitra Gerbang Pembayaran Nasional pilihan di Indonesia dan memfasilitasi penerapan standar operasional yang berkelas dunia.

“Bersama-sama, kami berharap dapat mendorong pemberdayaan bangsa dalam mengusung perekonomian digital, serta memperluas akses pembayaran digital melalui sistem pembayaran nasional yang aman, andal, dan lancar,” ujar Riko dalam video conference “Peluncuran Kemitraan Visa-Alto: Bersama Berdayakan Bangsa” secara virtual, Kamis (10/6/2021).

Sementara Armand Widjaja, CEO ALTO Network, mengatakan, pihaknya dan VISA memiliki visi yang sama dalam mendorong pemberdayaan bangsa dengan menyediakan layanan pemrosesan transaksi kartu debit berkelas dunia bagi para konsumen di Indoensia.  Kemitraan ini, lanjut Armand menandakan pencapaian yang signifikan dari tujuan ambisius ALTO untuk menjadi mitra sistem pembayaran dan digital yang terkemuka dan terpercaya di Indonesia, yang menawarkan teknologi terbaru dan layanan bisnis yang unggul.

“Seiring kami memprioritaskan keamanan dan keandalan jaringan kami yang memiliki Service Level Agreement hingga 99,9%, kami berharap dapat bekerja sama dengan Visa dalam memastikan keberlanjutan peningkatan kualitas layanan ALTO demi kepuasan para klien dan konsumen kami,” imbuhnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia, pengeluaran personal mengalami pertumbuhan dengan 64,5 juta transaksi kartu debit senilai Rp29 triliun pada bulan April 2021, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan bulan April 2020[1]. Hal ini mencerminkan minat akan belanja rumah tangga yang kembali meningkat dan optimisme terhadap perekonomian Indonesia yang beranjak pulih secara bertahap di tengah pandemi COVID-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here