Tips Aman Saat Belanja Online  

7
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.(Foto : Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo).

Sarolangun, Info31.id – Perkembangan teknologi internet di Indonesia saat ini memunculkan banyak sekali situs belanja online atau e-Commerce. Namun, konsumen diharapkan lebih cerdas dalam belanja online agar tidak tertipu.

Winarsih, pengajar Social Activation mengatakan, permasalahan yang kerap muncul saat belanja online diantaranya, barang telat sampai bahkan tidak sampai walau sudah dibayar, barang yang tidak sesuai dengan tampilan di situs, dan adanya penipuan.

“Agar aman saat belanja online, kita bisa lakuan dengan membuat password yang kuat, kemudian cek online shopnya, baca syarat dan ketentuan, bandingkan harga dan pilih cara bayar yang aman,” ujarnya dalam webniar “Aman Saat Belanja Online” yang digelar Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika di Sirolangun, Jambi, beberapa waktu lalu.

Sementara praktisi multimedia Husnialawiyah, mengatakan, sebelum memulai usaha online, yang harus diketahui adalah aturan mainnya terlebih dahulu.

“Aturan bermain dalam usaha online diantarannya respon yang cepat, jujur, ada call center, reward untuk pelanggan terbaik, tidak menyalahgunakan data pelanggan, tidak over broadcast dan sebagainya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, penting bagi pelaku usaha online untuk mengetahui basic knowledge usaha online.

“Kenali dan pahami  mekanisme bisnis online, persiapkan mental, kenali kebutuhan pasar (data), tentukan jenis produk, ciptakan nama brand, persiapkan toko online di platform dan atur strategi pemasarannya,” ujarnya.

Dwi Priyanto, mengajak kaum millenia untuk mempertimbangkan apakah mau nabung atau belanja online. Mengutip data dari IMR 2019, milenial cenderung tidak suka menabung, padahal menabung sangatlah penting antara lain sebagai dana darurat, keseimbangan pendapatan dan pengeluaran dan kebutuh primer dan sekunder.

“Masyarakat cenderung menyukai belanja online karena banyak promo (murah), cepat dan praktis, mudah membandingkan barang yang akan dibeli dan lain lain. Maka sebaiknya beli sesuai kebutuhan (prioritas), jangan tergoda dengan harga murah (penipuan dan boros), tetap harus ada cadangan dana,” jelasnya.

Dalam hal pembayaran online (cashless), praktisi pendidikan, Dwi Pitoyo memaparkan bahwa pembayaran non tunai mempunyai beberapa keuntungan diantaranya tidak perlu uang tunai, tidak perlu hadir (menghindari covid 19) dan mudah. Cashless juga memudahkan untuk kredit, korupsi menurun, kejahatan berkurang dan lain sebagainya.

“Tapi perlu diwaspadai karena sistem pembayaran elektronik mengharuskan kita membocorkan data pribadi dimana akan terjadi pelanggaran (kebocoran) data,” jelasnya.

Dalam sesi sharing, Youtuber Jos Orenmembagikan pengalamannya terutama dalam belanja online, Jos menuturkan, dirinya mempunyai beberapa langganan toko online terpercaya sehingga aman dalam bertransaksi. Jos juga memberikan tips untuk usaha online agar menjual produk yang unik dengan branding dan menarik serta harus mempunyai strategi marketing yang kuat karena banyaknya pesaing di toko online.

Kegiatan webinar Tips Aman Saat Belanja Online merupakan rangkaian dari Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.