Target Pemerintah, Kemiskinan Ekstrem Hilang di Akhir Tahun 2024

31
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menko PMK Muhadjir Effendy dan Mensos Tri Rismaharini memberikan keterangan pers usai Ratas Penanganan Kemiskinan Ekstrem, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis 18 November 2021. (Foto: info31.id/Pool/Humas Setkab/Agung)

JAKARTA, info31.id – Pemerintah menargetkan, penurunan tingkat ekstrem menjadi nol persen di tahun 2024. “Dalam Rapat Terbatas tadi, arahan Bapak Presiden terkait dengan agenda kemiskinan, disampaikan bahwa kemiskinan ekstrem di tahun 2024 itu targetnya adalah nol persen dan kemiskinan di tahun 2022 kembali menjadi 8,5-9 persen,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Penanganan Kemiskinan Ekstrem di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis 18 November 2021.

Menko Perekonomian mengungkapkan, berdasarkan peta jalan (roadmap) strategi percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem, pada tahun ini (2021) pemerintah memprioritaskan penanggulangan kemiskinan ekstrem di 35 kabupaten/kota di tujuh provinsi, masing-masing lima kabupaten/kota di setiap provinsi.

Kemudian untuk tahun 2022, upaya tersebut akan diperluas di 212 kabupaten/kota dengan target tingkat kemiskinan ekstrem sebesar 3-3,5 persen.

“Kemudian di tahun 2023-2024, (diperluas) di 514 kabupaten/kota prioritas dan tingkat kemiskinan ekstremnya di 2,3-3 persen dan di 2024 kemiskinannya ekstrem adalah nol persen,” imbuhnya.

Untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem tersebut, dalam jangka pendek pemerintah akan menyalurkan tambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa kepada 694 ribu keluarga penerima manfaat (KPM). Pemerintah saat ini tengah menyiapkan regulasi pemberian bantuan tersebut.

“Program yang didorong di tahun ini adalah top up BLT Desa sebesar Rp300 ribu x 3 bulan, jumlah sasarannya adalah 694 (ribu) KPM. Ini membutuhkan surat edaran bersama Kemendagri dan Kemendes dan ini penyesuaian PMK (Peraturan Menteri Keuangan) sedang disiapkan,” jelasnya.

Pemerintah juga akan memberikan tambahan untuk program Kartu Sembako dengan jumlah sasaran sekitar 1,4 juta KPM. “Program Kartu Sembako yang di-top up juga Rp300 ribu x 3 bulan. Jumlahnya nanti menurut Ibu Mensos sekitar 1,4 juta (KPM), dan akan dilaksanakan di akhir atau di awal Desember,” kata Airlangga.

Sementara, dalam waktu dekat, pemerintah juga akan mengadakan survei sosial ekonomi nasional (Susenas) untuk mendukung program pengentasan kemiskinan ekstrem ini. “Akan ada survei khusus Susenas kemiskinan di bulan Desember,” pungkas Menko Perekonomian.