Sumber Energi Bangun PLTS Musi Green Hybrid 10,5 MW

Jakarta, Info31.id — PT Sumber Energ Sukses Makmur (PT SESM) menandatangani kerjasama dengan PT Golden Blossom Sumatera (PT GBS) untuk menyediakan PLTS Musi Green Hybrid berkapasitas 10,5 megawatt (MW). Penandatanganan kerjasama tersebut diwakili Zulfian Mirza, Direktur Utama PT SESM, dan Fransiscus Edwin Rosario, Direktur PT GBS, di Lt 18 Gedung WTC 1, Jakarta, pada 25 Februari lalu.

Langkah ini merupakan komitmen PT SESM untuk mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kerjasama PT SESM dengan PT GBS ini merupakan kerjasama kedua pembangunan PLTS. Sebelumnya PT SESM telah membangun PLTS Atap mini berkapasitas 10 kWp (kilowatt peak) di Gedung Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2019 lalu.

Direktur Utama PT SESM, Zulfian Mirza, mengatakan, penyediaan PLTS berkapasitas 10,5 MW tersebut, merupakan bagian awal dari rencana pembangunan PLTS pada perkebunan sawit milik PT GBS berkapasitas total 20 MW di Sumatera Selatan. Penjajakan kerjasamanya sudah berlangsung sekitar 1 tahun.

“Mereka punya plan itu sekitar 20 MW. Startingnya sekitar 8 bulan ke depan setelah Juli 2020 (mulai instalasi). Setelah mesin plantation mereka yang kedua datang, mereka akan sambung 10 MW lagi, sehingga totalnya 20 MW. Per 1 MW itu carbon saving-nya sekitar 0,9 ton, jadi 10 MW ini sekitar 9 ton carbon saving-nya,” tandas Zulfian.

Zulfian menambahkan, tahun ini, PT SESM rencananya menargetkan membangun PLTS berkapasitas total 100 MW. Ada sejumlah proyek yang ditargetkan bisa untuk mendukung pencapaian target tersebut. Diantaranya PLTS Apung di Danau Toba berkapasitas 40 MW, PLTS di kawasan galangan sekitar 5 MW, PLTS Atap untuk gedung-gedung perkantoran bekerjasama dengan Pemda (20 MW), serta sekitar 15 MW potensi pembangunan PLTS eks lahan tambang.

Sedangkan, M. Hamza Rasyidi, Direktur IPP PT SESM, mengatakan, investasi pembangunan PLTS Musi Green Hybrid berkapasitas 10,5 MW tersebut nilainya diperkirakan emncapai sekitar 18 juta-20 juta dolar AS. Sumber pendanaan investasi PLTS tersebut akan diupayakan berasal dari dalam negeri sepenuhnya dan sebagiannya akan berasal dari dana internal PT SESM.

“Kami pakai energy storage system (ESS), dan ini sudah teknologi generasi ketiga. PLTS ini full independent (off grid), untuk memenuhi kebutuhan produksi di perkebunan sawit PT GBS. Sebelumnya menggunakan pembangkit berbahan bakar diesel. Nanti kalau sudah beroperasi, yang utama akan memakai PLTS. Diesel tetap dipakai tetapi bukan yang utama. ESS ini lebih murah sekitar 13% dibanding pembangkit diesel,” tandas Hamza.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here