Suka tak Suka Masyarakat Harus Beradaptasi dengan Dunia Digital

6

MUARO JAMBI, Info31.id – Di era teknologi digital, masyarakat dituntut mampu beradaptasi dengan dunia digital. Salah satu yang terpenting dan harus dipahami para pelaku digital adalah menjaga dan membentuk jejak digital sebaik mungkin karena menyangkut reputasi dan cermin pribadi.

Demikian disebutkan Anggota TIRBN Kemenpan, Eva Kusuma, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Masyarakat Digital”, Kamis (30/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden RI Jokowi dan Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan, memberi sambutan dan mendukungan Literasi Digital Kominfo 2021.

“Salah satu ancaman bagi kita di media sosial adalah reputasi kita yang ada di rekam jejak tersebut. Jejak data yang ditinggalkan oleh kita antara lain saat pencarian informasi, foto dan video, lokasi saat pesan transportasi online atau saat menggunakan GPS, serta interaksi di media sosial,” kata Eva Kusuma.

Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Muaro Jambi, Eka Enovasi, menambahkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik di dunia digital juga cukup penting, terutama saat berkomunikasi dan berinteraksi di media sosial. “Di media sosial, banyak disisipi oleh bahasa asing, bahasa gaul dan istilah baru. Hal ini akan menjadi rancu dalam penggunaan bahasa di media digital,” katanya.

Ancaman lain, sambungnya, tentang bahaya pornografi bagi perkembangan otak anak, dimana teknologi digital mengubah perilaku dan masyarakat peradaban lokal. Sesuai dengan data dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak bahwa dampak negatif pornografi pada anak antara lain kecanduan, merusak otak anak, jebakan kejahatan seksual dan akan mencoba melakukan seperti yang dilihat.

“Disini kolaburasi dari peran orang tua, sekolah, Pemerintah dan masyarakat sangat penting, terutama dalam menanamkan moral, agama dan pendidikan positif akan menjadi salah satu jalan dalam meminimalisasikan pornografi di dunia maya,” pungkasnya.