Spektakuler, Selama 2 Minggu Indonesia Kantongi Transaksi Rp 57 Triliun Lewat Ajang TEI – DE 2021.

55
Salah satu sesi Pelaksanaan Trade Expo Indonesia Digital Edition (TEI-DE) 2021, (Foto: Info31.id/pool/Dok. Kemendag)

Jakarta, Info31.Id – Kementerian Perdagangan Repulik Indonesia sumringah. Pasalnya even Trade Expo Indonesia yang berlansung secara virtual sejak 21 Oktober – 4 November 2021 mencatatkan nilai transaski yang spektakuler atau melebihi target.

Padahal, Kemendag awalnya hanya mentargetkan nilai transaski sebesar USD 1,5 miliar atau 21 triliun (Asumsi kurs RP 14.300 per dollar AS). Namun pameran dagang yang dilangsungkan dengan versi katalog digital itu  mampu menembus transaksi penjualan sebesar 57 triliun.

Sesi interaktif (interactive)Trade  Expo-Digital  Edition  (TEI-DE)  2021 telah  resmi berakhir. “Dengan  menghadirkan  834 peserta, hingga  Kamis (4/11), TEI-DE  2021  berhasil membukukan transaksi  sebesar USD  3,99 miliar. Nilai  tersebut  jauh  melampaui  target yang  ditetapkan sebesar USD 1,5miliar,” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi

Nilai  tersebut  jauh  melampaui  target yang  ditetapkan sebesar USD 1,5miliar,” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.Keseluruhan nilai   transaksi   tersebut didapatkan   melalui kegiatan   penjajakan   bisnis   (business matching) sebesar USD  2,52  miliar, penandatangan  nota  kesepahaman (MoU) sebesar 978,81 juta, transaksi  kegiatan Perwakilan  Perdagangan  RI sebesar  USD 494,41 juta, dan  transaksi harian sebesar USD 1,71juta.

“Keberhasilan ini berkat kerja keras berbagai pihak, termasuk para Perwakilan Perdagangan RI yang  berhasil  menjaring  sebanyak  3.573 buyers dari  133  negara  mitra  dagang  serta  sebanyak 4.288 buyers lokal,” ungkap Mendag.

Baca Juga: Deal, Belanda Borong Pakan Ternak Indonesia Senilai USD 750 Ribu

Produk yang  berhasil  menarik  minat buyers pada TEI  kali  ini yaitu produk suplai  medis sebesar USD 280,61 juta  (7,02 persen), minyak  kelapa  sawit sebesar  USD  278,20  juta  (6,96  persen), kertas  dan produk  kertas sebesar USD 252,02 juta (6,31 persen), produk  kimia sebesar USD 114 juta  (2,85 persen), kopi,  teh  dan  coklat sebesar  USD  113,72  juta  (2,85  persen), makanan  olahan sebesar  USD 87,98 juta  (2,20 persen), otomotif sebesar  USD 73 juta  (1,83 persen), minyak  kelapa sebesar USD 65,58 juta (1,64 persen) dan produk karet sebesar USD 54,80 juta (1,37persen).

Sedangkan, 10 negara tujuan ekspor dengan nilai transaksi terbesar yaitu Mesir sebesar USD 560,22 juta  (14,02  persen), Brasil sebesar  USD 285,80 juta  (7,15persen), Jepang sebesar USD 252,58 juta (6,32 persen), Australia sebesar USD 108,95 juta  (2,73 persen), Tiongkok  sebesar USD 100,25 juta (2,51persen), Malaysia sebesar  USD 87,89 juta  (2,20 persen), Arab  Saudi sebesar USD 53,08 juta (1,33 persen), Belandase besar USD  13,83  juta  (0,35 persen), India sebesar USD 8,02 juta  (0,20 persen), dan Korea Selatan sebesar USD 2,81 juta (0,07  persen).

Adapun  beberapa  tema  yang  diangkat  dalam  forum-forum  tersebut yaitu tentang indikasi geografis, fair  trade,  peluang  ekspor jasa teknologi  informasi  (TI),  dan penyusunan company profile berstandar sustainability. Secara total telah diselenggarakan sembilan forum bisnis yang diikuti oleh sekitar 1.000 peserta. Mendag   menambahkan,   dalam   penyelenggaraan   TEI-DE   2021,   konsep   katalog   digital   terbukti mampu memberikan   keleluasaan   bagi   pengunjung   dan   peserta   untuk   mengeksplorasi   dan menampilkan informasi  seputar  produk  unggulan  Indonesia.