Sepanjang 2021, Kinerja Angkutan Barang KAI Naik 12,7%

29
Catatan positif terlihat pada kinerja angkutan barang PT Kereta Api Indonesia (Persero) di tahun 2021. (Foto: info31.id/Pool/Dok. KAI)

JAKARTA, info31.id – Catatan positif terlihat pada kinerja angkutan barang PT Kereta Api Indonesia (Persero) di tahun 2021. KAI mengangkut sebanyak 50,9 juta ton barang, atau naik 12,7% dibanding tahun 2020 sebanyak 45,1 juta ton barang.

“Pada 2021, dimana pandemi Covid-19 masih mewabah, KAI terus mengoptimalkan angkutan barang dengan cara terus berkolaborasi, melakukan rekayasa pola operasi, serta mencari mitra-mitra baru. Peningkatan kinerja angkutan barang KAI juga dipicu oleh perekonomian yang semakin membaik,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Angkutan batu bara masih menjadi andalan KAI di sektor logistik pada 2021 dengan total angkutan 39,2 juta ton atau 77,1% dari total angkutan barang KAI.

Baca Juga: Kereta Api Dapat Kucuran Rp3,2 T dari Pemerintah untuk Layani 250 Juta Pergerakan Orang

Komoditas lain yang turut berkontribusi terhadap angkutan barang KAI di tahun kemarin, yaitu angkutan petikemas dengan volume total 4,1 juta ton atau 8% dari total angkutan barang KAI dan angkutan semen dengan volume total 3,4 juta ton atau 6,8% dari total angkutan barang KAI.

Selain mendominasi angkutan barang KAI, batu bara juga merupakan komoditas yang mengalami persentase peningkatan tertinggi, yakni naik 18% dibanding 2020 sebanyak 33,3 juta ton.

Peningkatan volume juga tercapai pada komoditas BBM dimana pada 2021 terdapat 2,2 juta ton, naik 7% dibanding pada 2020 sebanyak 2,1 juta ton.

“Kinerja angkutan barang KAI yang semakin baik ini merupakan capaian yang sangat penting bagi KAI untuk keberlangsungan perusahaan di tengah pandemi Covid-19,” kata Joni.

Sejumlah inovasi yang dilakukan KAI di sektor angkutan barang pada 2021, di antaranya terkoneksinya jalur kereta api ke Pelabuhan Tanjung Perak serta pengikatan kerja sama angkutan logistik antara KAI dengan sejumlah BUMN ataupun swasta.

Selain mengangkut barang secara komersial, KAI juga menggratiskan angkutan oksigen dengan total sebanyak 202 ton untuk keperluan kesehatan. Pengiriman oksigen secara cuma-cuma tersebut sebagai bentuk dukungan KAI kepada masyarakat dan pemerintah dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Di tahun 2022 ini, bisnis KAI tetap bertumpu pada angkutan barang, di samping tetap terus memulihkan sektor angkutan penumpang. KAI juga optimistis dapat menumbuhkan kinerja di sektor optimalisasi aset untuk menopang kinerja KAI secara berkesinambungan.

“Harapannya, di tahun 2022 ini menjadi tahun kebangkitan KAI dengan terus menorehkan keuntungan dengan kinerja yang terus positif dari berbagai sektor, terutama angkutan barang,” pungkas Joni.