Sekor Pariwisata Paling Terdampak Pandemi Covid-19

11
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. (Foto : Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo).

Labuan Batu Selatan, Info31.id – Pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang paling terdampak Pandemi Covid-19. Selama masa pandemi, pertumbuhannya nyaris nol. Karenanya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berusaha keras memulihkan sektor tersebut dengan berbagai program.

“Selama masa pandemi penyedia hotel menawarkan WFH (Work From Hotel) hingga sertifikat CHSE agar pengunjung merasa lebih aman saat berlibur. Bahkan, menawarkan paket wisata ekslusif (mini group) sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujar Sulaiman Saleh Harahap, Pengajar Bidang Komputer dan Pariwisata, dalam dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Transformasi Pariwisata di Era Digital”, Senin (27/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo dan Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Wakil Direktur II Bidan Administrasi Umum Politeknik Pariwisata Medan, Iwan Riady, memaparkan merancang CHSE pada destinasi wisata dengan mempertimbangkan kondisi. Memakai masker saat di ruang publik, sering mencuci tangan atau hand sanitizer, jaga jarak (physical distancing atau sosial distancing), menyediakan tanda jaga jarak sosial merupakan prosedur wajib bagi setiap pengelola.

“Atribut CHSE harus terlihat sebagai pengingat bagi tamu untuk saling menjaga jarak. Selain itu, menyediakan pembersih tangan di pintu masuk desa wisata dan homestay. Kemudian batasan kapasitas harus diperkenalkan di tempat parkir guna mencegah kepadatan yang berlebih,” papar Iwan.

Guido Hutagalung, Artis Kota Pematangsiantar menambahkan, trasformasi pariwisata di era digital memang harus menerapkan CHSE pada destinasi wisata. Misalnya, melakukan social distancing sebagai upaya memutus rantai Pandemi Covid-19. “Dengan adanya social distancing diharapkan jumlah orang terpapar tidak melonjak dalam waktu bersamaan,” ujarnya.