Respons Cepat KemenPUPR dan Pemkot Batu Terkait Penanganan Banjir Bandang di Malang

26
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau penanganan banjir bandang di Batu Malang, Provinsi Jawa Timur, belum lama ini. (Foto: info31.id/Pool/Dok. Kementerian PUPR)

MALANG, info31.id – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau penanganan banjir bandang di Batu, Malang, Provinsi Jawa Timur, belum lama ini. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Basuki didampingi Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Peninjauan yang dilakukan Menteri Basuki merupakan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk respons cepat penanganan banjir bandang di Malang.

“Saya monitor sejak dari kunjungan di luar negeri, bahwa tim Kementerian PUPR sudah menurunkan 11 alat excavator dan 13 dump truck untuk membersihkan area banjir bandang. Alhamdulillah sekarang sudah bersih,” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki menambahkan, banjir bandang yang terjadi pada Kamis pekan lalu dengan curah hujan tinggi tersebut disebabkan daerah resapan air di hulu aliran Sungai Brantas yang sudah banyak berkurang, sehingga terjadi sumbatan material sampah kayu pada aliran anak sungai.

Baca Juga: KemenPUPR Bangun Rumah Sakit PTIN Pertama di Indonesia, Ditargetkan Kelar April 2022

Sebagai langkah penanganan serta menghindari terulangnya kejadian banjir bandang, Menteri Basuki menginstruksikan untuk membersihkan dan memperlebar alur sungai dari titik kejadian di Kali Kricik, di sekitar Alas Bengking sampai dengan pertemuan/muara Sungai Brantas sepanjang 4 kilometer, serta membangun check dam di daerah hulu.

“Penanganannya harus dimulai sekarang, karena kita menghadapi fenomena La Nina yang diprediksi puncak hujannya sampai Januari-Februari 2022. Saya minta dicek pakai drone, kalau ada sumbatan-sumbatan dibersihkan alurnya. Saya tunjuk BUMN Karya yang sedang bekerja di daerah sekitar sini untuk membantu penanganannya,” kata Menteri Basuki.

Selanjutnya, Menteri Basuki juga menyatakan, akan melakukan relokasi rumah yang hilang/hanyut dan berisiko bahaya tinggi yang berada di sempadan sungai ke rumah khusus yang akan dibangun oleh Kementerian PUPR di lahan desa yang disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.

Kementerian PUPR akan bekerja sama dengan Pemkot Batu untuk memperbaiki utilitas (pipa air minum) dan penggantian jembatan yang rusak akibat banjir bandang dengan bentang yang lebih lebar.