Promosi Pariwisata tak Boleh Merusak Generasi Penerus

10

LAMPUNG TENGAH, Info31.id – Pemasaran berperan sangat strategis dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan. Namun aktivitas pemasaran harus memperhatikan etika bisnis, karena pariwisata tergolong salah satu sektor industri prioritas.

”Etika bisnis dimaksud adalah kontribusi pemasaran dalam konsep keberlanjutan yaitu aktivitas pariwisata yang dapat memenuhi kebutuhan semua pihak,” ujar M. Refomarvio Marpen Bakri, Ketua Umum Indoesian Training Forum, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Trasnformasi Pariwisata di Era Digital”, Selasa (28/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam webinar, Presiden RI Jokowi serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, memberikan sambutan dan mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Menurut Marpen Bakri, pemasaran pariwisata saat ini diupayakan tidak mengorbankan lingkungan dan kepentingan generasi mendatang, serta konsisten pada kualitas produk dan pelayanan yang diberikan kepada wisatawan.

Ketua Umum HMI Cabang Bandar Lampung Komisariat Tarbiyah UIN Raden Intan, M. Anugrah Ghalia Yudhistomi memaparkan saat ini hampir setiap orang menggunakan media sosial. Banyak orang mengira platform media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram hanya sebagai saluran untuk berkomunikasi dengan teman dan keluarga.

Tapi sebenarnya fungsi media sosial telah menjadi semakin luas untuk semua jenis bisnis. Bahkan ketika kita tidak menggunakan media sosial, kebanyakan pelanggan kita berharap sebaliknya.

“Lebih dari 67% konsumen saat ini pergi ke media sosial untuk mendapat layanan pelanggan. Mereka mengharap memperoleh respon cepat, dukungan layanan 24 jam,” imbuhnya.