Produsen Inoac Apresiasi Pengungkapan Kasus Kasur Palsu di Kabupaten Tanggerang

PT Inoac Polytechno Indonesia (PT IPI) selaku produsen Inoac mengapresiasi upaya Polres Tigaraksa, Kabupaten Tanggerang yang berhasil mengungkap kasus dugaan pemalsuan kasur busa merek Inoac dan mengamankan ratusan lembar barang bukti kasur Inoac palsu dari salah satu toko dan gudang di Jl. Sarwani, Jambe, Kabupaten Tanggerang, pada Kamis,(29/7/2021).

Jakarta, Info31.id – PT Inoac Polytechno Indonesia (PT IPI) selaku produsen Inoac mengapresiasi upaya Polres Tigaraksa, Kabupaten Tanggerang yang berhasil mengungkap kasus dugaan pemalsuan kasur busa merek Inoac dan mengamankan ratusan lembar barang bukti kasur Inoac palsu dari salah satu toko dan gudang di Jl. Sarwani, Jambe, Kabupaten Tanggerang, pada Kamis,(29/7/2021).

Kuasa hukum PT IPI, Radius Simamora, S.H. mengatakan, pengungkapan kasus ini menjadi pintu masuk bagi pengungkapan kasus pemalsuan mereka Inoac yang dia sinyalir banyak beredar di kawasan Tangerang dan Serang.

“Kami sangat mengapresiasi kesigapan dan keberhasilan Polres Kabupaten Tangerang dalam mengungkap kasus pemalsuan merek klien kami. Semoga ini menjadi pelajaran bagi para pelaku pemalsu lainya bahwa ada jerat hukum yang menanti mereka,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (31/7/2021).

Menurut Radius, toko dan gudang yang digerebeg adalah milik Maju Jaya Furnitur (MJF). Sebelum digerebek polisi, pihaknya pernah melaporkan pemilik MJF karena terindikasi merakit dan menjual kasur merek Inoac palsu pada Desember 2020.  Namun saat itu pelaku memita maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan pihak Inoac menganggap kasus ini selesai.

Akan tetapi pada bulan Februari 2021, pihaknya kembali menerima laporan tentang temuan beredarnya kasur bermerek Inoac yang diduga palsu. Untuk membuktikan hal tersebut, tim Inoac melakukan pengecekan di beberapa lokasi di Kabupaten Tangerang dan wilayah Serang. Walhasil ditemukan banyak produk kasur inoac palsu dengan merek Inoac yang dikeluarkan Inoac Osaka yaitu merek Linoac dan Hinoac.

“Tim dari Inoac menelusuri asal dari kasur inoac palsu yang beredar di pasaran dan mendapat laporan bahwa kasur tersebut dikirim dari  MJF. Tapi Sebelum membuat somasi dan laporan polisi, kami terlebih dahulu melakukan pengecekan barang bukti ke Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual  Kementrian hukum dan hak asasi manusia Republik Indonesia,’ imbuhnya.

Radius yang ikut dalam penggerebekan menceritakan, polisi hanya dapat mengamankan beberapa pekerja saja, sementara owner dari  MJF berinisial M, tidak ada di lokasi. Dari toko dua lantai dan gudang milik MJF yang digerebek berhasil diamankan 250 pcs kasus busa Inoac palsu.

“Dari toko dua lantai milik M hanya ada satu kasur inoac asli, sedang 101 pcs kasur Inoac palsu dan dari gudang ada sekitar 150 pcs kasur inoac palsu,” katanya.

Radius menambahkan, hingga jum’at malam, polisi telah memeriksa penjaga toko dan gudang sebagai saksi. Sementara pemeriksaan terhadap owner MJF, rencananya akan diperiksa Senin (2/8/2021).

PT Inoac Polytechno Indonesia (PT IPI) selaku produsen Inoac mengapresiasi upaya Polres Tigaraksa, Kabupaten Tanggerang yang berhasil mengungkap kasus dugaan pemalsuan kasur busa merek Inoac dan mengamankan ratusan lembar barang bukti kasur Inoac palsu dari salah satu toko dan gudang di Jl. Sarwani, Jambe, Kabupaten Tanggerang, pada Kamis,(29/7/2021).

“Mereka yang melakukan pemalsuan ini bisa dikenakan UU no.20 tahun 2016  Tentang Merek Dan Indikasi Geografis dengan ancaman hukuman pidana 4 tahun ke atas dan denda 2 milyar,” imbuhnya.

Sementara Andrea Selaku Perwakilan PT IPI menambahkan, MJF sebelumnya merupakan salah satu costumer besar dari PT Tri Suskses Jaya  yang merupakan salah satu distributor resmi kasur Inoac. Dalam sebulan, nilai transaksinya mencapai 1,5 milyar rupiah. Namun belakangan MJF berhenti memesan produk Inoac dan kemudian pihaknya mendapat laporan adanya peredaran kasur busa merek Inoac palsu yang dikirimkan dari MJF.

“Kami sangat dirugikan dengan adanya pemalsuan produk inoac ini, apalagi selagi menjadi rekanan kami omzet perbulan dari terduga pelaku ini milyaran jumlahnya,” ujarnya.

Adrea menuturkan, pihak PT IPI telah melakukan berbagai upaya untuk menghidari pemalsuan produk Inoac. Hanya saja, para pemalsu begitu cepat melakukan pemalsuan setiap kali ada pembaharuan yang dilakukan pada produk inoac asli.

Dia mencontohkan, pernah mengganti stiker dan membuat embos (tulisan timbul) di produk kasur busanya, namun sebulan setelah dirilis, para pemalsu sudah memalsukannya. Atas kejadian ini Adrea berharap bisa menjadi pelajaran pada masyarakat untuk menghargai jerih payah yang telah memilki hak cipta.

“Kami berharap dan menghimbau kepada distributor dan toko untuk menghargai sebuah Brand yang dibangun dengan kerja keras hingga menjadi brand yang dikenal masyarakat akan kwalitasnya,” ujarnya.

Adrea menambahkan, pihaknya juga mengapresiasi Polres Tigaraksa atas upaya penindakan tehadap pelaku pemalsuan kasur busa merek Inoac dan berharap pelaku mendapat hukuman setimpal.

“Kejahatan pemalsuan ini tidak hanya merugikan brand kami, tetapi konsumen juga, mereka mendapatkan kasur busa yang kwalitasnya jauh dibawah produk aslinya, kasurnya cepat rusak,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here