PPKM Diperketat, BI Sesuaikan Jadwal Kegiatan Operasional dan Layanan Publik

Jakarta, info31.id – Pemerintah terkait Bank Indonesia (BI) melakukan penyesuaian kegiatan operasional dan layanan publik terkait pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) guna menekan laju Covid-19. kebijakan ini diambil sebagai salah satu upaya mendukung kebijakan pemerintah agar PPKM berjalan lancar dan sukses.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, untuk layanan Kas Jam Operasional Layanan Setoran dan Penarikan Bank yang biasanya jam 08.00-11.30 WIBberubah menjadi  08.00-11.00 WIB berlaku sejak 9 Juni 2021. Untuk Layanan Penukaran Uang Rusak sementara ditiadakan dan Layanan Klarifikasi Uang yang Diragukan Keasliannya tidak berubah tetap Selasa dan Kamis.

Perubahan juga terjadi untuk Kegiatan operasional Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS), dan Bank Indonesia Electronic Trading Platform (BI-ETP).

Penarikan Kas ke BI yang semula jam 06.30-11.00 WIB berubah menjadi 06.30-11.00 WIB  mulai  2 Juli 2021. Transaksi Nasabah dan Pemerintah dari jam 06.30-16.30 WIB  berubah jadi 06.30-15.00 WIB. Setelmen Transaksi Surat berharga  juga berubah dari jam 06.30-17.00 WIB menjadi 06.30-15.30 WIB. Kemudian Setelmen Transaksi Pasar Modal – Nasabah dari jam 06.30-16.30 WIB menjadi jam 06.30-15.30 WIB.

Setelmen Transaksi Pasar Modal – Peserta dari semula jam 06.30-17.00 WIB jadi  jam 06.30-15.30 WIB. Cut-Off Warning BI RTGS, BI-SSS, BI-ETP dari jam 17.00 WIB jadi 15.30 WIB, Pre Cut-Off  BI RTGS dan BI-SSSS berubah dari jam  18.00 WIB menjadi jam 16.30 WIB,Cut-Off  BI-RTGS dari jam 18.30 WIB menjadi jam 17.00 WIB. Cut-Off  BI-SSSS dari jadwal semula jam 18.30 WIB berubah jadi 17.00 WIB dan Cut-Off  BI-ETP  jam 18.00 WIB berubah jadi jam 16.30 WIB.

“Perubahan juga terjadi pada Kegiatan Operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Untuk Layanan Transfer Dana, Transaksi Operasi Moneter Rupiah dan Valas, dan Jadwal Publikasi Referensi Kurs dan Suku Bunga, serta Batas Waktu Pelaporan kepada Bank Indonesia,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin, (28/6/2021).

Diharapkan agar industri keuangan termasuk Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan Penyelenggara Infrastruktur Sistem Pembayaran (PIP) dapat segera melakukan persiapan sistem dan kegiatan operasional yang diperlukan.

Selanjutnya, guna menjaga dan menjalankan keberlangsungan pelaksanaan tugas dan layanan publik yang mengedepankan keamanan dan keselamatan masyarakat, BI terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dalam menempuh langkah-langkah kolektif untuk melakukan pemantauan, asesmen, pencegahan dan mitigasi implikasi penyebaran Covid-19.

“BI mengajak masyarakat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan memberlakukan 6M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas, dan menggunakan pembayaran nontunai/QR Code Indonesian Standard (QRIS),” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here