Politeknik Negeri Fakfak Luncurkan Pusat IBT Pertama di Tanah Papua

80
Stafsus Presiden Billy Mambrasar saat menghadiri peresmian Pusat Inkubasi Bisnis dan Teknologi (IBT) Polinef, Papua Barat, Kamis 20 Januari 2022. (Foto: info31.id/Pool/Dok. Tim Stafsus Presiden Billy Mambrasar)

JAKARTA, info31.id – Mendikbudristek Nadiem Makarim menyampaikan apresiasi atas peluncuran Pusat Inkubasi Bisnis dan Teknologi (IBT) pertama di tanah Papua, yang diberi nama Krakiminah, Kamis 20 Januari 2022.

“Saya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi saya, atas dibangun dan diluncurkannya Pusat Inkubasi Bisnis dan Teknologi Politeknik Negeri Fakfak untuk mendukung terciptanya wirausahawan muda di Papua, mendukung filosofi Merdeka Belajar. Ini juga merupakan kebanggaan karena menjadi politeknik pertama dan satu-satunya di tanah Papua yang memiliki pusat inkubasi,” ujar Mendikbudristek.

Tak hanya Mendikbudristek, apresiasi juga disampaikan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Billy Mambrasar yang turut hadir dalam peresmian yang digelar di Auditorium Kampus Polinef tersebut.

“Dengan kehadiran IBT Krakiminah diharapkan akan bermunculan wirausahawan muda baru di Fakfak dan berdampak pada terciptanya lapangan pekerjaan baru,” ujar Billy.

Stafsus Presiden yang juga menjabat sebagai Pembina IBT Polinef ini mengungkapkan bahwa Krakiminah bermakna air dan cahaya matahari yang merupakan dua elemen penting dalam kehidupan.

“Diharapkan IBT Krakiminah dapat menjadi pencerahan dan mengalirkan banyak manfaat bagi Papua Barat,” imbuhnya.

Selain itu, Stafsus Presiden asal Papua ini juga menyampaikan komitmennya untuk kemajuan IBT Krakiminah.

“Dipercaya sebagai Pembina IBT Krakiminah Polinef saya akan terus memberikan arahan-arahan dan mengajak untuk bersinergi dengan kampus-kampus lainnya, baik di wilayah Indonesia Timur, Tengah, dan Barat,” ujarnya.

Pada peresmian tersebut, Billy tak lupa menyampaikan salam dari Presiden Jokowi untuk masyarakat Fakfak dan Papua secara keseluruhan.

“Pesan beliau tentang pentingnya pembangunan institusi pendidikan tetap menjadi prioritas untuk pengembangan sumber daya manusia Papua, dalam rangka mendorong percepatan pembangunan di Papua dan Papua Barat,” ujarnya.

Sementara, Direktur Polinef Muhammad Subhan menyatakan kesiapannya mendukung program pemerintah, bukan hanya di Kabupaten Fakfak dan Provinsi Papua Barat tetapi juga di wilayah Indonesia lainnya.

“Politeknik Negeri Fakfak akan mendukung pengembangan bisnis dan teknologi, berbasis kekuatan lokal dari Fakfak dan tanah Papua. Kami juga meluncurkan beberapa fasilitas lain, pada saat yang bersamaan, seperti laboratorium ketahanan pala dan juga ruangan pameran,” ujar Subhan.