Pindad Teken MoU Pengembangan Alsintan dengan Bank BJB dan Agro Jabar

27
PT Pindad (Persero) melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. dan PT Agro Jabar (Perseroda) di Savoy Homann, Bandung, Kamis 21 Oktober 2021. (Foto: info31.id/Pool/Dok. Pindad)

BANDUNG, info31.id – PT Pindad (Persero) melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. dan PT Agro Jabar (Perseroda) di Savoy Homann, Bandung, Kamis 21 Oktober 2021.

Penandatanganan dilaksanakan pada ajang 3rd West Java Investment Summit (WJIS) 2021 dengan tema “Navigating Post-Covid World: Investment Growth for Resilient West Java – Think Investment, Think West Java”.

Kegiatan penandatanganan dilaksanakan Direktur Utama PT Pindad (Persero); Abraham Mose dengan Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk.; Yuddy Renaldi dan Direktur Utama PT Agro Jabar (Perseroda); Kurnia Fajar.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan berbagai Kepala Daerah Jawa Barat dan Direktur Utama BUMN-BUMS yang terlibat pada kegiatan West Java Investment Summit 2021.

Pindad dan Agro Jabar akan bekerjasama pengembangan alat dan mesin pertanian (alsintan) termasuk peningkatan kapasitas produksi dan kualitas hasil pertanian dengan dukungan teknologi di Jawa Barat. Kemudian Pindad dan Bank BJB melaksanakan Kerjasama dalam bidang keuangan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berpesan pada seluruh kepala daerah, Dirut BUMN dan BUMS yang terlibat pada kegiatan West Java Investment Summit 2021 dapat memaksimalkan investasi dan mendorong perekonomian Jawa Barat.

“Gunakan politik ekonomi ketuk pintu, jangan gunakan politik ekonomi jaga warung. Sikap terbaik untuk saat ini adalah pendekatan proaktif,” jelas Ridwan Kamil.

Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan berbagai penandatanganan Kerjasama antara Kepala Daerah, Dirut BUMN dan BUMS terkait pengembangan investasi di Jawa Barat.

Kegiatan WJIS 2021 diharapkan menjadi langkah aktif bersama sebagai upaya untuk memaksimalkan investasi di Jawa Barat dan mulai melakukan pemulihan ekonomi (recovery) pascapandemi Covid-19.