Pidato di Forum Internasional, Prabowo Bicara HAM hingga Keamanan di Timur Tengah

111
Menhan Prabowo Subianto pada pidatonya dalam Forum Dialog The 17th International Institute for Strategic Studies (IISS) Manama Dialogue 2021, Sabtu 20 November 2021. (Foto: info31.id/Pool/Dok. Kemenhan)

BAHRAIN, info31.id – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengatakan, saat ini nilai-nilai universal sudah menjadi semakin umum dengan adanya revolusi informasi digital. Nilai-nilai yang dimaksud tersebut adalah keinginan global untuk perdamaian, kebebasan berekspresi, keadilan sosial, kreativitas.

Hal tersebut disampaikan Menhan Prabowo pada pidatonya dalam Forum Dialog The 17th International Institute for Strategic Studies (IISS) Manama Dialogue 2021, Sabtu 20 November 2021.

“Mereka yang memegang kekuasaan dan kekuatan di dunia ini perlu berhenti sejenak. Mereka perlu menekankan pada nilai dan aturan, pada penghormatan terhadap hak asasi manusia, pada perlindungan minoritas, pada perlindungan terhadap degradasi lebih lanjut dari lingkungan kita,” ujar Menhan Prabowo dalam pidatonya.

Lebih lanjut, Menhan mengatakan, pada akhirnya, kekuatan yang seimbang dengan kebajikan adalah kunci dari perdamaian dunia.

“Pemimpin harus mencerminkan kebajikan dan rasa hormat. Kekuatan-kekuatan besar dunia perlu menghayati ini. Hanya dengan begitulah sejarah akan menilai mereka. Tidak hanya menjadi kekuatan besar, tetapi lebih penting dan abadi, yaitu menjadi Peradaban Besar,” kata Menhan.

Baca Juga: Wakili Indonesia, Menhan Prabowo Hadiri Peringatan Remembrance Sunday

Indonesia sendiri berkomitmen untuk selalu terbuka atas hubungan eksternal dengan senantiasa berusaha mewujudkan atmosfer yang harmonis untuk hidup damai berdampingan bersama semua pihak dan menjaga netralitas.

“Melalui ASEAN, bersama negara-negara di Kawasan Asia Tenggara, Indonesia akan selalu berusaha membantu menyelesaikan permasalahan antar negara yang muncul, dengan prinsip saling menghormati kedaulatan masing-masing negara,” ujarnya.

Adapun terkait bagaimana Indonesia mengartikulasi pertahanan dan keamanan terkait hubungannya dengan Timur Tengah dan negara-negara di Semenanjung Arab, Menhan Prabowo menyatakan, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia mempunyai hubungan sangat erat dengan Timur Tengah.

Oleh karenanya, Indonesia terus mengamati setiap komplikasi yang terjadi pada keamanan regional di kawasan Timur Tengah, yang dapat berpengaruh terhadap masyarakat akar rumput di Tanah Air.

International Institute for Strategic Studies (IISS) Manama Dialogue merupakan forum bagi para menteri, pakar, tokoh pembentuk opini, dan komunitas bisnis sebagai wadah mendiskusikan tantangan keamanan paling mendesak yang terjadi di Timur Tengah dan telah dilaksanakan sejak tahun 2004.

Forum Dialog Internasional ini mengangkat tema “Multilateralisme dan Timur Tengah.” IISS menjadi satu momen penting bagi para pembuat kebijakan maupun pemimpin dari seluruh Timur Tengah, Amerika Utara, Eropa, Afrika, dan Asia untuk berdialog dalam upaya menemukan jawaban atas masalah kebijakan paling mendesak di kawasan ini.