Pentingnya Internet untuk Pengenalan Budaya

6

LAMPUNG TENGAH, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Jum’at (17/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Keynote Speaker oleh Gubernur Lampung, Ir. H. Arinal Djunaidi dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan dan mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

“Pentingnya Internet Untuk Pengenalan Budaya” menjadi tema besar dengan para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session di akhir webinar.

Wawasan Kebudayaan dalam proses trasnformasi digital dipaparkan oleh Nurudin, S.Ag Ketua HMI Pringsewu, dimana disebutkan bahwa media sosial adalah sebagian dari budaya digital. Yaitu sebagai budaya komunikasi, interaksi, transaksi dan kreatifitas. Fungsi budaya di dunia internet adalah sebagai identitas, sebagai batas (norma, etika), sebagai komitmen, stabilitas dan pembentuk sikap serta perilaku individu maupun kelompok.

Rudi Hartono, S.H.I Gemmapena dan Korda PMI membahas cara berinteraksi dan berkolaburasi di ruang digita sesuai etika. Dalam bersosialisasi, berkomunikasi dan berinteraksi di dunia digital harus ada kesadaran, tanggung jawab, intregitas dan kebajikan.

Gunakan bahasa santun, hargai orang lain, bagi ilmu dan postingan yang positif ke orang lain, berfikir sebelum berkomentar adalah sebagian dari etika yang harus kita lakukan. Harus diingat bahwa apa yang kita lakukan di dunia maya jejak kita akan terekam dan sulit untuk di hapus.

Indra Muin Sekretaris Kominfo Lampung Barat memberikan tips dan trik untuk membuat konten yang menarik. Kita harus mengerti platform apa dan cocok kontennya apa, misalnya Instagram lebih ke konten visual (foto), Facebook dan Twitter lebih ke text, visual dan video, dan Tiktok lebih banyak share konten video yang berisi dialog, musik dan hiburan lucu.

Tips untuk menjadikan konten menarik antara lain siapa target yang dituju, informatif, inspiratif, unik, konsisten dan sertakan hastag. Konten menarik akan meningkatkan viewer kita, jadi mari belajar dan belajar untuk menghasilkan konten yang menarik.

Danis Putra, S.Kom.,MM Dosen dan Sekprodi DCEB menerangkan tentang PerlindunganHak Cipta di Ranah Digital, dimana hak cipta dilindungi oleh UU no 28 tahun 2014 dengan beberapa doktrin antara lain doktrin Utilitarianism (pembatasan monopoli), Labor (Penghargaan atas hasil seseorang), Personality (hak milik pribadi) dan Social Control Planning (hak kekayaan intelektual).

Pelanggaran hak cipta terus meningkat karena mudah di salin, kecepatan penyebaran dan mudah di manipulasi. Digital Rights Management (DRM) adalah sistem keamanan atau enkripsi untuk melindungi karya cipta. Key Opinion Leader menjadi penutup webinar yang disampaikan oleh Felicia seorang Influencer yang berbagi ilmu tentang perilaku kita dalam beraktifitas di dunia maya harus tetap menonjolkan budaya kita naik dari bahasa, etika dan saat transaksi di digital platform.