Pengguna Internet Dituntut Bijak Bermedia Digital

5
ilustrasi konten digital

LABUHAN BATU UTARA, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Jum’at (10/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Sebagai Keynote Speaker Gubernur Provinsi Sumatera Utara, H. Edy Rahmayadi dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Webinar membahas tentang “Bijak Bermedia Digitial” oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session.

Pembahasan tentang jejak digital merupakan kumpulan jejak dari semua data digital, baik dokumen maupun akun digital. Jejak digital dapat tersedia baik bagi data digital yang disimpan di komputer tanpa terhubung internet maupun yang disimpan secara online terhubung ke internet.

Jejak digital pasif biasanya tidak ada tindakan yang dilakukan, seperti terekamnya alamat IP, riwayat pencarian, dan lokasi. Sedangkan jejak digital aktif merupakan segala jejak digital yang tercipta atas peran aktif si pengguna. Contohnya seperti unggahan media sosial, mengisi formulir daring, dan juga mengirim surel.

Perlu diwaspadai jejak digital ibarat bom waktu yang siap meledak kapan saja. Bom bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang menargetkan pemilik jejak digital. Terlebih lagi apabila pemilik jejak digital mempunyai jejak yang buruk dan bisa merugikan dirinya sendiri. Selain itu, jejak digital yang kita miliki dapat disalahgunakan oleh seseorang untuk kepentingan mereka, menurut Bagas Kurniawan sebagai Digital Economy Consultant.

Rekam jejak terdiri dari reputasi pribadi meliputi komentar yang diunggah, foto atau video, interaksi, lingkaran pertemanan. Selanjutnya ada phishi yaitu memancing melalui iming hadiah atau perintah formil, pembobolan data ATM, atau perbankan informasi sensitif pribadi dicuri yang merugikan. Bijak bermedia sosial dapat dikaitkan dengan etika berinternet atau Internet Ethics.

Internet Ethics adalah seperangkat prinsip moral yang mengatur individu atau kelompok tentang perilaku apa yang dapat diterima saat menggunakan Internet dan media sosial. Demikian seseorang tidak dapat seenaknya sendiri ketika berinteraksi dengan orang lain menggunakan media internet.