Pendidikan Agama Perisai Anak dari Bahaya Gadget

8

BELITUNG, Info31.id – Perubahan zaman memang sudah semakin nyata. Ini dapat dilihat dari perbedaan antara generasi terdahulu dengan sekarang dimana media digital menjadi hal yang biasa digunakan oleh anak-anak.

“Saat ini sekitar 98 persen anak-anak di Asia Tenggara sudah pegang handphone,” ujar Yohanes Widodo, Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Menjaga Keamanan Digital Anak-Anak”, Selasa (21/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden RI Bapak Jokowi dan Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Ezarldi Rosman Djohan, memberi sambutan serta mendukungan Literasi Digital Kominfo 2021.

Menurut dia, kebiasaan orang tua sekarang memberikan gadget pada saat anak rewel pertimbangan orang tua. Handphone sebagai pemantau dan mengetahui lokasi anak tapi negatifnya banyak hal yang mustinya anak-anak belum ketahui bisa didapat. Akibatnya, potensi resiko cyberbullying, pelecehan seksual, dan pornografi makin besar.

“Agar terhindar dari dampak buruk gadget, anak-anak harus diawasi dan diberikan kebebasan tapi terarah. Bermain adalah cara menyenangkan untuk belajar banyak hal, mengedukasi anak-anak meningkatkan kemampuan multitasking, memecahkan masalah,” paparnya.

Tapi, lanjut Yohanes, jika berlebihan akan mengalami addiction. Cara menghadapi hal tersebut, orang tua harus mendampingi anak, memperkenalkan game edukasi, serta menetapkan jam dan durasi bermain.

“Ajarkan cara bermain yang baik, bermain diluar lebih menyenangkan, untuk medsos jaga informasi pribadi, awasi aktifitas, jika anak terindikasi pengaruh negatif, jangan terlalu over reaktif, jangan memarahi anak,” imbuhnya.

Influencer dan Co-Founder Cetak Kreator, Kevin Nguyen, menambahkan, keluarga dan guru merupakan lingkup paling penting dalam membimbing anak terlebih dimasa pandemi ini. Orang tua harus mampu menjadi contoh yang baik bagi anak.

“Apa yang dikonsumsi anak sesungguhnya merupakan cerminan dari apa kita lakukan. Karena itu, berikan konsumsi konten positif kepada anak-anak dan perkuatlah dengan pendidikan agama,” sarannya.