Pemerintah: Masyarakat Segerah Migrasi ke Transaksi Cashless

7

MUSI BANYUASIN, Info31.id – Selain hemat waktu, menggunakan transaksi cashless juga dapat meminimalkan tindakan kriminal, menghindari pemalsuan uang dan menawarkan banyak promo menarik. Karenanya, masyarakat didorong untuk segera migrasi dari konvensional ke transaksi cashless.

“Dalam transaksi cashless terdapat beberapa bagian penting yaitu Kartu Debit ATM, kartu kredit, e-money, electronic wallet dan internet banking,” ungkap Pati Perkasa, saat menjadi pembicara dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Lindungin Diri Dari Penipuan di Ruang Digital”, Rabu (22/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden RI Joko Widodo; Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Herman Deru; dan Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin.

Menurut Aji Mudho Aribowo, pembicara lain, selain transaksi cashless, masyarakat pengguna internet juga dituntut mampu menjaga privasi. Kebocoran data pribadi yang terus berulang seperti bocornya data BPJS Kesehatan sangat merugikan masyarakat maupun pemerintah.

“Untuk itu, pemerintah menutup akses unduhan dan memblokir situs raid forums, selanjutnya melakukan investigasi,” imbuhnya.

Tindakan lain yang merugikan masyarakat di dunia digital adalah aksi cyberbullying yang dilakukan secara sadar untuk merugikan atau menyakiti orang lain. Selain melalui komputer (Sosmed), aksi tak bermoral ini juga dilakukan pada telepon seluler dan peralatan elektronik lainnya.

Aksi cybercrime yang sering dilakukan antara lain cyberterrorism (teroris internet), cyberpornography, cyber Harrasment (pelecehan seksual melalui email), cyber stalking (menjelek-jelekan seseorang dengan menggunakan identitas seseorang yang telah dicuri), hacking (penggunaan programmig abbilities yang bertentangan dengan hukum), carding (credit card fund) dan Phising.

Dalam Key Opinion Leader, Deva Doremiva, Konten Kreator, menambahkan, dengan adanya internet masyarakat mudah mengakses media sosial. Hal ini membuat memicu banyak kasus penipuan. “Maka dari itu kita jangan sampe lengah dalam menggunakan media sosial harus paham supaya aman di dalam era digital,” pungkasnya.