Pemerintah Masih Mengkaji Penyesuaian Tarif KRL

30
Penyesuaian tarif KRL masih dalam pengkajian. (Foto: info31.id/Pool/Dok. KAI)

JAKARTA, info31.id – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian, sampai saat ini belum memutuskan kenaikan tarif kereta rel listrik (KRL). Penyesuaian tarif KRL masih dalam pengkajian.

Pemerintah masih mengkaji kapan waktu yang tepat untuk penyesuaian ini mempertimbangkan situasi yang ada. Saat ini, tarif KRL masih merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan No. 17/2018,” ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, Kamis 13 Januari 2022.

Baca Juga: Stasiun LRT Ampera Jadi Pilot Project Gerakan Nasional Non Tunai/Cashles

Sejauh ini memang ada wacana untuk menaikkan tarif KRL. Hal tersebut didasari beberapa pertimbangan antara lain pelayanan yang diberikan pemerintah dengan pemberian subsidi atau pun pembangunan parasarana dan sarana kereta api sudah semakin baik.

“Misalnya, berkurangnya waktu tempuh dan waktu antrean masuk ke Stasiun Manggarai, yang sebelumnya memang cukup menghambat,” ujar Adita.

Selain itu, pembangunan rel dwiganda, revitaliasi Stasiun Jatinegara, Stasiun Cikarang, Stasiun Bekasi, dan sebagainya juga telah memberi kemudahan, keamanan dan kenyamanan kepada konsumen KRL.

Langkah-langkah perbaikan tersebut kian gencar dilakukan sejak lima tahun terakhir. “Operator, dalam hal ini PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), juga melakukan peningkatan layanan yang tidak kalah bagus. Misalnya, system ticketing, pelayanan di stasiun dan juga di atas kereta,” tutur Adita.

Perlu digarisbawahi, selama enam tahun yakni sejak 2015, pemerintah belum pernah melakukan penyesuaian tarif KRL, satu kali pun. Dari hasil survei yang dilakukan, juga mendukung adanya wacana penyasuaian tarif KRL ini.

“Sehingga, cukup wajar jika kemudian muncul wacana untuk menaikkan tarif, setelah berbagai layanan kepada konsumen terus ditingkatkan,” tutur Adita.

Dalam melakukan penyesuaian tarif, tentu dengan penghitungan yang tepat dan sesuai masukan masyarakat. “Serta, sosialisasi yang memadai, dengan semua pemangku kepentingan,” pungkas Adita.