Pemerintah Berencana Revisi Permenaker, Dorong Realisasi Penyediaan Perumahan Buruh

72
Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Indah Anggoro Putri. (Foto:info31/pool/dok.kemnaker)

JAKARTA, info31.id – Pemerintah berencana merevisi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 35 Tahun 2016 untuk meningkatkan penyerapan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) program Jaminan Hari Tua yang masih sangat rendah.

Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Indah Anggoro Putri, mengungkapkan, rencana ini merupakan strategi pemerintah untuk mengoptimalkan penyaluran/realisasi penyediaan perumahan pekerja/buruh melalui MLT.

“Untuk mendapatkan masukan skema perubahan Permenaker tersebut dilakukan diskusi-diskusi dengan DJSN, APINDO, dan BPJS Ketenagakerjaan untuk membahas strategi meningkatkan penyerapan MLT,”  kata  Indah Anggoro Putri, pada Konferensi Pers Bersama Permenaker No. 17 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Permenaker Nomor 35 Tahun 2016 di Jakarta, Rabu (3/11/2021).

Baca Juga: Kemnaker Tekankan Implementasi K3 Harus Makin Meningkat di Perusahaan

https://www.info31.id/kemnaker-tekankan-implementasi-k3-harus-makin-meningkat-di-perusahaan/ 

Untuk membahas skema perubahan Permenaker tersebut, Dirjen Indah mengungkapkan pihaknya telah menggelar beberapa kali Forum Group Discussion (FGD) dan membahas mulai dari penyusunan pokok-pokok pikiran, draf Permenaker, harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan HAM, hingga Repmenaker telah ditetapkan Menaker menjadi Permenaker dan diundangkan pada tanggal 29 September 2021.

“Penyempurnaan Permenaker No. 35 Tahun 2016 dengan Permenaker No. 17 Tahun 2021 ini merupakan upaya Pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi pekerja/buruh peserta program JHT untuk memiliki rumah sendiri,”  kata Indah Anggoro Putri.

Ditambahkannya, ada empat pengaturan baru dalam Permenaker No. 17 tahun 2021. Pertama, penambahan Bank Daerah yang tergabung dalam ASBANDA ikut serta dalam penyaluran MLT; kedua, penambahan skema baru berupa novasi, yaitu pengalihan KPR umum menjadi KPR MLT; ketiga, penetapan besaran nominal pinjaman pada masing–masing jenis manfaat dalam MLT (sebelumnya dituangkan dalam PKS antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Bank); dan keempat, penyesuaian suku bunga deposito sebagai dasar perhitungan suku bunga funding dan lending.

Lahirnya Permenaker 17 tahun 2021 juga akan memberikan manfaat bagi pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, Apindo, dan Pekerja/Buruh maupun perbankan. Bagi Pemerintah, jelas Permenaker ini akan memastikan untuk memberikan perlindungan kepada pekerja/buruh untuk memiliki rumah sendiri, sekaligus mendukung program pemerintah mengatasi backlog  perumahan, khususnya bagi pekerja/buruh.

Baca Juga: Disidak Kemnaker,  Campuspedia Janji Kembalikan Denda Yang Ditarik Dari Peserta Magang

https://www.info31.id/disidak-kemenaker-campuspedia-janji-kembalikan-denda-yang-ditarik-dari-peserta-magang/

Bagi BPJS Ketenagakerjaan manfaatnya akan memberikan kepastian suku bunga penempatan (funding) dan bagi Pengusaha/APINDO, akan meningkatkan produktivitas pekerja, yang akan berpengaruh pada peningkatan produktivitas usaha.

Sedangkan manfaat bagi pekerja/buruh, akan memberikan kemudahan untuk memiliki rumah sendiri, suku bunga pinjaman rendah, mendapatkan manfaat tambahan tanpa adanya tambahan iuran dan  kepesertaan dalam program JHT, akan mendapatkan juga manfaat JKP. Sementara bagi perbankan akan memberikan manfaat margin bank yang memadai.

Pihaknya berharap, pemberlakuan Permenaker Nomor 17 Tahun 2021 dengan pengaturan hal-hal baru tersebut, dapat memberikan kemudahan bagi pekerja/buruh yang telah menjadi peserta Program JHT untuk memiliki rumah sendiri.

“Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas dalam bekerja,”katanya.