Pemasaran Produk Wisata Butuh Kolaborasi

13

Way Kanan, Info31.id – Dampak sosial media kesuksesan informasi dalam kepariwisataan sangat efektif, selain biaya murah juga cepat tersebar luas. Sebab, pengunjung bisa melihat melalui banyak media seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan lainnya.

“Media sosial dalam memperluas jangkauan pasar, potensi besar konsumen media sosial, tidak memerlukan biaya mahal, dapat menentukan segmen pasar, membangun kepercayaan,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Provinsi Lampung Melly Ayunda, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Transformasi Pariwisata di Era Digital”, Senin (27/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo dan Gubernur Provinsi Lampung, Arinal Djunaidi.

Menurut Melly, dalam memasarkan produk wisata dibutuhkan kolaborasi yang baik dengan konsep Pentahelix yaitu kerjasama dengan pelaku usaha, media, pemerintah, masyarakat sekitar, juga akademisi. Pemasaran Pariwisata akan lebih efektif lagi, dengan menggandeng akun-akun media sosial yang aktif dan terkait langsung dengan kepariwisataan.

Runner Up Putri Pariwisata Indonesia 2015, Delvia Wirajaya, mengatakan, cara paling efektif mengembangkan potensi pariwisata melalui digital bisa melalui foto, video, dan konten kreatif lainnya. “Eksplore daerah atau wilayah sekitar, cari destinasi menarik, belajar basic ilmu fotografer, belajar membuat video pendek, belajar menulis caption, konsisten meng upload, dan sering cari Inspirasi dari akun yang sudah berpengalaman,” paparnya memberi tips.