Pelecehan Seksual di Dunia Maya Masih Banyak Terjadi

8

BANYUASIN, Info3i.id – Dalam dunia digital saat ini tak hanya hal-hal positif tetapi juga bahaya seperti cyberbully, cyber gambling, phising, cyberstalking, cyber fraud, dan ujaran kebencian berseliweran di dunia maya. Tak heran, jika pelecehan seksual di ruang digital dan dunia nyata masih banyak terjadi.

Begitu dikatakan Siti Nabilah, Praktisi Pendidikan, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Melawan Pelecehan Seksual di Dunia Digital”, Selasa (28/9/2021). Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung.

Hadir dalam acara, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Herman Deru dan Bupati Banyuasin, Askolani, memberikan sambutan pembuka dan mendukungan Literasi Digital Kominfo 2021.

Menurut Siti Nabila, pelecehan seksual yang tidak memandang gender dan umur paling rentan di dunia digital, bahkan anak kecil bisa menjadi korban. Maka dari itu peran orang tua sangat penting terhadap anak di dunia digital agar terhindar dari kasus pelecahan seksual. “Sebagai orang tua perlu membangun komunikasi kelekatan dan tanggung jawab untuk mengontrol sang anak,” katanya.

Jika mendapati anak mengakses konten negatif sebagai orang tua perlu tangkap perasaanya, cek pemahaman, lakukan debrief, dan persepsi yang tepat. Untuk melawan tindakan kejahatan, orang tua perlu menjaga privasi anak dengan cara ajarkannya mengatur setting privasi di media sosial.

“Kemudian mengawasi foto dan video yang diunggah oleh anak, ingatkan agar tidak memposting email atau nomor kontak dan katakan bahwa password hanya boleh dibagikan ke orang tua. Selanjutnya, ingatkan anak agar segera melapor pada orang tua atau guru jika ada yang berbuat tidak menyenangkan,” paparnya.