Panen Rejeki Bank BPD Periode Ke-2, Nasabah Bank Sultra Raih Hadiah Utama sebesar Rp 500 juta

PANEN REZEKI BANK BPD PERIODE KE-2 TAHUN XXXI-2021. Ketua Komite Pelaksana Undian (KPU) Simpeda yang juga Direktur Eksekutif Asbanda , Wimran Ismaun (kanan 1) saat menyaksikan pengundian Nasional Tabungan Simpeda yang dilaksanakan secara daring di Kantor Asbanda , Sabtu 27/03. Dalam penarikan Undian Nasional periode kali ini , nasabah Bank Sultra memenagkan hadiah utama sebesar Rp 500 juta , kemudian hadiah ke dua masing masing Rp 100 juta untuk 4 pemenang dimenangkan oleh nasabah Bank Kalbar , Nasabah Bank Nagari , Nasabah Bank Jatim dan Nasabah Bank Aceh Syariah .

Jakarta, info31.id – Wabah corona berdampak pada hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat. Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) senantiasa berusaha memberikan yang terbaik untuk nasabah di masa pandemi Covid-19, salah satunya dengan tetap melaksanakan customer loyalty program berupa program Undian Nasional Tabungan Simpeda secara daring.

Undian Nasional Tabungan Simpeda yang dikemas dalam tajuk Panen Rejeki bank BPD kali ini memasuki periode ke-2 Tahun XXXI-2021 dengan menyuguhkan total hadiah sebesar Rp 3 Miliar untuk 584 nasabah Tabungan Simpeda seluruh Indonesia.

Dalam penarikan Undian Nasional periode kali ini, Nasabah Bank Sultra memenangkan hadiah utama sebesar Rp 500 juta. Kemudian hadiah kedua masing-masing Rp 100 juta untuk 4 pemenang dimenangkan oleh nasabah Bank Kalbar, Nasabah Bank Nagari, Nasabah Bank Jatim, dan Nasabah Bank Aceh Syariah.

Ketua Umum Asbanda yang juga Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno mengungkapkan, bahwa Tabungan SIMPEDA sudah berusia 31 tahun dan merupakan salah satu produk pemersatu Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia. Tabungan Simpeda sebagai produk penghimpunan dana masyarakat, dalam perkembanganya terus mengalami peningkatan.

“Dalam situasi yang belum benar-benar pulih, kita masih bisa melaksanakan Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda BPDSI, meskipun kita laksanakan secara daring melalui media elektronik, yang saat ini memang menjadi salah satu cara dalam kita melaksanakan suatu kegiatan,” ujarnya.

Terkait dengan posisi Tabungan Simpeda BPD se- Indonesia, Ketua Umum Asbanda menjelaskan bahwa, pada Penarikan Undian Simpeda Periode ke-2 Tahun XXXI – 2021 di Jakarta kali ini, jumlah penabung sampai dengan akhir Desember 2020 berjumlah 7,2 juta penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 59,75 triliun.

Menurutnya,dari penarikan undian Simpeda bulan Februari 2020 di Ancol Jakarta, terjadi kenaikan sebesar 4,49% atau naik sebanyak 341.554 penabung, sedangkan saldo Simpeda meningkat 5,20% atau naik sebesar Rp3,27 triliun.

“Dapat kami sampaikan di sini, bahwa BPD yang paling banyak menghimpun Tabungan Simpeda sejak lebih dari 10 tahun terakhir, yaitu Bank Jatim, sampai dengan posisi Desember 2020 telah menghimpun Simpeda sebanyak ±Rp15,14 triliun atau sebesar 24,03% dari Tabungan Simpeda Nasional.” Jelas Ketua Umum Asbanda.

Nasabah Tabungan BPD yang ada di seluruh Indonesia dapat mengikuti program Panen Rejeki Bank BPD hanya dengan membuka Tabungan Simpeda di bank BPD yang ada di masing-masing daerah. Terus tingkatkan saldonya, setiap kelipatan dari Rp 50.000,- saldo Tabungan Simpeda BPD, nasabah mendapatkan 1 nomor undian.

Kinerja Bank Pembangunan Daerah Se-Indonesia

Peran strategis BPD adalah mempercepat pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah melalui kegiatan usahanya, baik sebagai penghimpun dana masyarakat maupun dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat. Kinerja BPD seluruh Indonesia yang terus menunjukan pertumbuhan.

Kinerja BPD ini dilihat dari kinerja keuangan maupun operasional semakin membaik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai indikator yang berhasil dibukukan oleh BPD seluruh Indonesia.

Untuk Laporan Keuangan, dalam situasi dan kondisi sulit seperti saat ini, BPD SI tetap membukukan laporan keuangan yang positif. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan di beberapa Pos keuangan.

Untuk Total Aset, posisi Desember 2020, Aset BPDSI mencapai Rp 765,89 triliun atau naik yoy sebesar 6,64% dari  Rp 718,19 triliun. BPD pada umumnya mengalami peningkatan, bahkan disaat perbankan nasional mengalami penurunan, BPD mengalami pertumbuhan, khususnya penyaluran kredit, BPD tumbuh ± 5,15% sementara perbankan nasional turun 2,41%.

Dana Pihak Ketiga, posisi Desember 2020, DPK BPDSI mencapai Rp 588,62 triliun atau naik yoy sebesar 10,90% dari  Rp 530,78 triliun. Begitu juga Kredit yang disalurkan, pada posisi Desember 2020, Kredit BPDSI mencapai Rp 492,04 triliun atau naik yoy sebesar 5,15% dari  Rp 467,92 triliun, dimana secara nasional, kredit perbankan turun sebesar 2,41%.

Begitu juga dengan Laba, meningkat yoy sebesar 6,64% menjadi Rp 12,07 triliun dari 11,32 triliun. Sedangkan Modal Inti BPDSI, posisi Desember 2020 mencapai Rp 85,85 triliun, naik yoy sebesar 9,57% dari Rp 78,35 triliun, dengan modal inti terbesar yaitu bank bjb sebesar Rp 10,04  triliun dan terkecil yaitu Bank Sulteng sebesar Rp 1,053 triliun.

Sampai dengan Desember 2020, BPD terdiri dari : 4 BPD pada BUKU 3, dan 23  BPD pada BUKU 2, jadi sudah tidak ada lagi BPD berada pada BUKU 1. Namun bila mengacu pada kecukupan Modal Inti minimum, sampai dengan Desember 2020, sudah ada 11 BPD memiliki Modal inti di atas Rp 3 triliun dan masih ada 16 BPD yang memiliki Modal Inti di atas Rp 1 triliun namun di bawah Rp 3 triliun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here