Pandemi COVID-19, BI Merelaksasi Kewajiban Pelaporan dan Pengenaan Sanksi

Jakarta, info31.id – Bank Indonesia (BI) memberikan relaksasi kepada bank umum dan seluruh pihak yang memiliki kewajiban pelaporan.

“Kebijakan ini juga berlaku untuk eksportir Non Sumber Daya Alam (Non SDA) yang belum memenuhi ketentuan terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) Non SDA,” ujar Direktur Eksekutif BI, Onny Wijanarko dalam siaran persnya, Rabu, (01/04/2020).

Relaksasi terhadap eksportir Non SDA tersebut yang berlaku untuk mereka yang belum memenuhi ketentuan berupa penundaan pengenaan Sanksi Penangguhan Ekspor (SPE) hingga akhir September 2020.

Relaksasi tersebut berupa perpanjangan batas waktu pelaporan dan pembebasan sanksi kewajiban membayar atas keterlambatan terhadap pelaporan terentu.

Lebih lanjut, Onny menjelaskan pemberian relaksasi ini bertujuan untuk memitigasi dan mengurangi dampak pandemi COVID-19 terhadap aktivitas perbankan dan dunia usaha, serta kondisi perekonomian.

Relaksasi batas waktu pelaporan dan pembebasan sanksi kewajiban membayar atas keterlambatan terhadap pelaporan, berlaku sejak 31 Maret 2020 hingga batas waktu yang ditetapkan kemudian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here