OJK Rilis Roadmap Perbankan 2020-2025

Info31.id, Jakarta –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia (RP2I) 2021-2025 sebagai tindak lanjut Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021-2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan roadmap ini sebetulnya sudah disampaikan terlebih dahulu dengan para pimpinan perbankan Tanah Air dan akhirnya resmi dirilis hari ini.

Beberapa poin dalam roadmap ini berkaitan dengan revolusi layanan digital di perbankan, perubahan transaksi ke arah virtual yang mengakselerasi perubahan ekosistem transaksi di perbankan secara masif.

“RP21 merupakan lanjutan dari Master Plan Sektor Jasa Keuangan yang beberapa waktu lalu diluncurkan. Kami mencatat, 2 tahun ini akan tetap dalam sejarah, kita menyaksikan pandemi Covid telah merevolusi ekspektasi publik akan layanan digital, perubahan transaksi ke arah virtual,” kata Heru dalam acara yang disiarkan secara virtual, Kamis (18/2/2021).

Heru menjelaskan, kinerja perbankan 7 tahun terakhir sampai akhir 2020, terlepas dari berbagai tantangan, ada tren pertumbuhan kredit, aset dan DPK (dana pihak ketiga) perbankan yang terus bertumbuh.

“Kemudian, kita melihat pada saat pandemi, pertumbuhan tersebut terutama kredit menunjukkan perlambatan, disebabkan selain melemahnya demand, bank makin selektif menyalurkan kredit. Bank tetap perlu tindakan antisipatif meskipun risiko masih dalam aman, LAR [loan to asset ratio] masih cukup tinggi, perlu dilihat sebagai tantangan ke depan yang harus segera diatasi,” jelasnya.

Sebab itu, OJK, tetap memperhatikan apa yang perlu atasi yakni gap kredit yang masih minus dan pertumbuhan DPK.

“Ini jadi perhatian kita semua perbankan terus membuat mitigasi terhadap berbagai tantangan.”

OJK melihat di tengah perlambatan kredit 2020, diproyeksikan kredit tahun ini akan meningkat dan akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam kondisi konservatif, pertumbuhan demand kredit secara cepat di triwulan ini diharapkan membuat kredit bisa mencapai 7-9% apabila semua berjalan dengan baik, ditambah dengan vaksinasi yang baik, Covid-19 diatasi dengan baik, demand kredit dan likuiditas terjaga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here