Menteri PUPR Bicara Tjokorda Sukawati, Penemu Teknik Sosrobahu yang Karyanya Mendunia

79
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada peluncuran buku Melangkah Tanpa Lelah, biografi Ir. Tjokorda Raka Sukawati, di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, belum lama ini. (Foto: info31.id/Pool/Dok. Kementerian PUPR)

JAKARTA, info31.id – Dalam menciptakan sebuah inovasi diperlukan dua hal, yakni keteguhan hati dan juga keberanian. Hal tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada peluncuran buku Melangkah Tanpa Lelah, biografi Ir. Tjokorda Raka Sukawati, di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, belum lama ini.

Sekadar diketahui, Ir. Tjokorda Raka Sukawati merupakan penemu teknik Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH) atau Sosrobahu. Mahakarya yang telah mendunia dan telah diterapkan di berbagai proyek jalan layang di dalam dan luar negeri.

“Kita perlu teladani keteguhan hati dan keberanian beliau dalam menciptakan inovasi. Pasti banyak kritikan yang diterima tetapi hanya yang teguh dan yakin yang akan berhasil, Pak Tjokorda telah mencontohkan. Sebagai seorang insinyur muda Pak Tjokorda tetap teguh terhadap pilihan teknologi pembangunan jalan layang ini,” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki menambahkan, insan PU harus berkarakter kuat, berani dan berjiwa seni. “Hanya yang berjiwa seni yang bisa melakukan inovasi dan improvisasi. Pak Tjokorda ini salah satunya sehingga kami bisa merasakan manfaat inovasinya untuk pembangunan jalan layang di Indonesia,” ujar Menteri Basuki.

Baca Juga: Jalan Tol yang Akan Dilintasi Pimpinan KTT G20 Bakal Dipercantik

Inovasi Sosrobahu bermula pada 1976 ketika Kementerian PUPR akan membangun jalan tol dari Jagorawi ke Tanjung Priok. Rencana awal proyek tersebut akan dikerjakan pihak asing, tetapi keputusan penting memberikan peran perusahaan nasional untuk menyelesaikan proyek. Pada saat itu, Ir. Tjokorda dipercaya sebagai Ketua Manajemen Proyek.

Beliau harus mencari solusi non konvensional sebagai penyelesaian proyek, sebab teknik bekisting tidak memungkinkan karena akan mengganggu lalu lintas. Sementara konstruksi secara segmental akan memakan waktu dan biaya yang lebih besar.

Dalam situasi tersebut, beliau menemukan inovasi Sosrobahu sehingga proyek ini dapat diselesaikan lebih cepat, yakni sembilan bulan, dengan tetap menjaga kualitas proyek.

Penerapan terbaru teknologi Sosrobahu dilakukan pada pembangunan Tol Layang Sheikh Muhammed Bin Zayeed (MBZ) sepanjang 36 Km yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Desember 2019 lalu. Dalam pembangunannya, terdapat 294 pier head dimana 200 buah di antaranya dipasang dengan teknologi Sosrobahu.

“Kalau pakai teknologi bekisting bisa dibayangkan kemacetan lalu lintas karena penutupan lajur Tol Jakarta-Cikampek yang merupakan jalur utama Tol Trans Jawa dengan lalu lintas yang sangat padat,” ucap Menteri Basuki.

Selain di Indonesia, teknologi Sosrobahu juga telah diterapkan di berbagai negara lain seperti Filipina, Thailand, Malaysia dan Singapura. Di Filipina misalnya, teknologi Sosrobahu ini digunakan untuk membuat salah satu jalan layang terpanjang di Metro Manila, yakni Metro Manila Skyway dari Buendia ke Alabang.

Menteri Basuki mengatakan, dibutuhkan inovasi-inovasi lain dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. “Saya merindukan betul inovasi-inovasi ini di Kementerian PUPR, untuk itu kita challenge para engineer muda ini. Salah satunya pada Hari Bakti PU ke-76 kemarin dengan mengadakan lomba karya tulis inovatif (LKTI),” ujar Menteri Basuki.

Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud AAGN Ari Dwipayana mengatakan, melalui peluncuran buku ini diharapkan para generasi muda dapat meneruskan semangat Ir. Tjokorda Raka Sukawati untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara, Deputi Bidang Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Deni Kurniadi mengatakan, melalui buku ini gagasan dan pemikiran Ir. Tjokorda Raka Sukawati akan terus bisa dirasakan dan dinikmati oleh anak bangsa. “Kehadiran sosok seperti beliau merupakan cerminan budaya literasi yang tinggi, sumbangsih beliau dapat membuat generasi kita lebih maju,” tutup Deni.