Menteri Agraria Resmikan IIPEX 2019

Jakarta, Info31.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil secara resmi membuka Indonesia International Property Expo (IIPEX) 2019, di Jakarta Convention Center, Rabu (25/9). Pameran properti terbesar ini digelar serempak di empat kota, yaitu Jakarta, Bali, Medan, dan Surabaya.

Prosesi pembukaan diselenggarakan melalui live streaming dari masing-masing kota yang ditampilkan dihadapan Menteri ATR/BPN yang didampingi oleh Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin dan Ketua Umum DPP Realestat Indonesia Soelaeman Soemawinata.

Turut hadir dalam acara tersebut, Chief Bussiness Officer Property Guru Group Jeremy Williams, Presiden Direktur Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh, Direktur Consumer Banking BTN Budi Satria, Assistant Vice President Consumer Loan Division BRI Oky Nugroho, dan Vice President Consumer Lending BNI Egos Mahar.

Indonesia International Property Expo 2019 merupakan ajang yang diselenggarakan dari kolaborasi Realestat Indonesia (REI) bersama Dyandra Promosindo dan Rumah.com sebagai portal properti terdepan di Indonesia.

“Kami dari Kementerian ATR/BPN mengucapkan selamat, semoga sukses sampai di tahun-tahun berikutnya. Melalui pameran ini, investor dan pebisnis properti harus optimistis bahwa ekonomi Indonesia akan lebih baik ke depannya serta mampu mengatasi berbagai kendala baik skala internasional maupun domestik,” ucap Sofyan Djalil, dalam sambutan pembukaan pameran IIPEX 2019.

Menurut Sofyan, Kementerian ATR/BPN sendiri turut berpartisipasi dalam IIPEX 2019 dengan menghadirkan booth bersama Bank Tabungan Negara (BTN), yang menawarkan berbagai layanan pertanahan dari kantor pertanahan se-DKI Jakarta. Mulai dari perubahan hak atas tanah, pengecekan sertifikat, pengecekan zona nilai tanah, serta sosialiasi mengenai Hak Tanggungan elektronik atau sistem HT-el.

Sistem HT-el merupakan serangkaian proses pelayanan hak tanggungan dalam rangka pemeliharaan data pendaftaran tanah yang dilaksanakan melalui sistem elektronik yang terintegrasi. Jenis layanan dalam Sistem HT-el meliputi pendaftaran hak tanggungan, peralihan hak tanggungan, perubahan nama kreditor, dan penghapusan (roya) hak tanggungan.

“Adanya sistem HT-el akan mempersingkat waktu penyelesaian pembuatan sertifikat Hak Tanggungan, dari sebelumnya 3 sampai 6 bulan menjadi hanya 7 hari. Dalam pelaksanaan sistem ini, Kementerian ATR/BPN menunjuk BTN sebagai bank mitra,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin menyampaikan bahwa pihaknya sangat gembira akan penyelenggaraan pameran yang dimeriahkan oleh kehadiran pengembang lokal dan asing dengan berbagai pilihan properti.

“Saya yakin penyelenggaraan pameran ini akan mampu mendorong kinerja pasar perumahan, baik dari sisi supply maupun demand. Pameran ini juga sekaligus memberikan informasi, edukasi, dan alternatif pilihan kepada masyarakat Indonesia khusunya kaum milenial dalam mencari dan memilih hunian. Semoga pameran IIPEX 2019 juga mampu menggugah para investor untuk beramai-ramai menanamkan investasi di Indonesia,” ungkap Syarif Burhanuddin.

Pameran properti IIPEX 2019 di Jakarta sudah berlangsung empat hari sejak tanggal 21 September dan masih bisa dikunjungi masyarakat hingga 29 September 2019. Sementara di tiga kota lainnya diadakan mulai 25–29 September 2019 di Trans Studio Mall (Bali), Plaza Medan Fair (Medan), dan Jatim Expo (Surabaya).

Tercatat lebih dari 200 pengembang dengan 1.000 proyek properti berpartisipasi dalam pameran, dengan pilihan harga bervariatif mulai dari rumah subsidi Rp100 jutaan hingga hunian mewah Rp5 miliaran. Dari penyelenggaraan pameran di empat kota secara bersamaan, Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI), Soelaeman Soemawinata mengaku optimistis ajang ini mampu membekukan total nilai transaksi mencapai Rp 1 triliun.

“Paling tinggi transaksinya kami prediksi dari pameran di Jakarta senilai Rp 830 miliar, selanjutnya di Surabaya sebagai kota bisnis terbesar setelah Ibukota target transaksinya minimal Rp70 miliar. Untuk dua kota lainnya yakni Bali dan Medan masing-masing minimal Rp50 miliar,” jelas Soelaeman Soemawinata.

Optimisme yang dijunjung REI didasari prinsip bahwa pasar properti di Indonesia masih ada dan akan selalu ada. Kendati sempat terjadi pelemahan dalam beberapa kurun waktu terakhir, tetap saja kebutuhan manusia untuk memiliki properti sebagai sarana tempat tinggal maupun investasi belum tergantikan.

“Oleh karenanya, IIPEX 2019 kami yakini mampu membawa efek ice breaking, tidak hanya bagi konsumen tetapi juga bagi para pengembang untuk menjadi subyek, pionir, dan proaktif dalam menjemput kebangkitkan ekonomi dan property market. Anggota REI sendiri setiap tahunnya berkontribusi sebesar 40% dari capaian program Sejuta Rumah, yang merupakan upaya kongkrit REI sebagai partner terdepan Pemerintah dalam penyediaan rumah rakyat,” tambahnya.

Antusiasme yang ditunjukkan ratusan pengembang dalam keikutsertaan di ajang IIPEX 2019, menurut Country Manager Rumah.com, Marine Novita, merupakan refleksi dari positifnya tren di sektor properti pada kuartal dua tahun ini. Merujuk laporan Rumah.com Property Index Q2 2019, tren harga properti residensial menunjukkan kenaikan baik secara kuartalan maupun tahunan.

Laju kenaikan harga properti masih belum terhenti sejak pemulihan pada pertengahan tahun lalu.“Index menunjukkan harga properti pada Q2 2019 berada pada titik 112,0 atau naik 2,17% secara kuartalan (quarter-on-quarter/q-o-q). Kenaikan ini lebih baik jika dibandingkan dengan kenaikan pada kuartal sebelumnya yang hanya 0,8%,” papar Marine Novita.

Di lain sisi, Pemerintah merespon pasar dengan beberapa kebijakan yang dicetus untuk mengurangi beban masyarakat. Salah satu di antaranya pada 22 Agustus kemarin, Bank Indonesia (BI)kembali memangkas suku bunga acuan menjadi 5,50% setelah sebelumnya berada di angka 5,75% per 18 Juli 2019.

Menurunnya BI 7-Day Reverse Repo Rateatau BI7DRR yang menjadi acuan suku bunga di pasar properti selama dua bulan berturut-turut, diyakini akan menjadi daya tarik di mata masyarakat khususnya bagi segmen menengah bawah yang memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari perbankan sebagai sarana dalam menjangkau rumah idaman.

“Tren yang tumbuh positif pada kuartal dua tahun ini diprediksi terus berlanjut hingga kuartal-kuartal setelahnya. Umumnya memang pertumbuhan kenaikan harga properti lebih tinggi pada kuartal ketiga, di mana dalam siklus properti tahunan, kuartal pertama dan kuartal ketiga menjadi periode action. Pada periode ini, pengembang akan lebih agresif dalam melakukan pemasaran. Inilah sebab IIPEX 2019 yang berlangsung di penghujung kuartal tiga sangat diminati oleh pelaku industri properti,” pungkas Marine.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here