Mentan SYL: AMR Jadi Ancaman Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan

25
Acara Puncak Pekan Kesadaran Antimikroba Sedunia Tahun 2021 di Indonesia, di Nusa Dua, Bali, Rabu, (24/11/2021). (Foto:Info31.id/Poll/DOk.Kementan)

NUSA DUA, info31.id — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL), mengatakan, resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR) pada sektor pertanian, serta peternakan dan kesehatan hewan, AMR menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan ketahanan pangan dan turut mengancam pengembangan kesehatan hewan.

Secara global, AMR menjadi ancaman pembunuh nomor satu di dunia pada tahun 2050. laporan yang dirilis oleh Global Review tahun 2016 menyebutkan, tingkat kematian itu disebut akan mencapai 10 juta jiwa per tahun.

“Untuk itu, kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kapasitas sektor pertanian dalam mengelola resiko AMR dan membangun ketahanan terhadap dampak AMR,” ujar Mentan SYL, saat memberikan keynote speech sekaligus membuka Acara Puncak Pekan Kesadaran Antimikroba Sedunia Tahun 2021 di Indonesia, di Nusa Dua, Bali, pada Rabu, (24/11/2021).

Baca Juga: Presiden Jokowi: Mekanisasi Pertanian Perlu Diperluas dan Dikenalkan Kepada Petani Indonesia

 

Langkah penting lainnya yang telah dilakukan oleh Kementerian Pertanian adalah pengaturan penggunaan antibiotik di bidang peternakan dan kesehatan hewan yang melarang penggunaan antibiotik sebagai imbuhan pakan.

SYL berharap, sejumlah program yang dijalankan pemerintah dapat didukung oleh semua pihak.

“Dibutuhkan komitmen bersama, tidak hanya di level Indonesia, tapi juga dengan lembaga-lembaga dunia, untuk mewujudkan gerakan pengendalian AMR,” ujar SYL.

 

Penggunaan One Health atau Kerangka Kerja Kesehatan Terpadu

Kondisi AMR mengacu pada keadaan saat bakteri, virus, jamur, dan parasite mengalami perubahan seiring dengan waktu sehingga tidak lagi merespon obat-obatan yang dirancang untuk membunuh mikroba-mikroba tersebut. Kondisi ini terjadi karena antimikroba diberikan dengan dosis dan indikasi yang tidak tepat.

Pendekatan One Health, disebut SYL, bisa menjadi panduan dalam memastikan bahwa semua pemangku kepentingan dari berbagai disiplin ilmu terlibat dalam proses membangun ketahanan dan memecahkan permasalahan kesehatan.

Pentingnya penggunaan pendekatan One Health karena  AMR tidak lagi hanya dilihat sebagai masalah yang berdiri sendiri. Persoalan AMR terkait dengan berbagai sektor seperti kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, rantai makanan, pertanian, dan sektor lingkungan.

“One Health ini bertujuan untuk mencapai kesehatan yang optimal melalui komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi multi-sektoral. Semua sektor masyarakat harus terlibat, aktif dan bertanggung jawab atas penyebaran AMR,” ungkapnya.

Dengan menggunakan One Health atau kerangka kerja kesehatan terpadu, Kementan bersama kementerian, lembaga dan stakeholders terkait lain, telah menyiapkan rencana strategis serta peta jalan dalam upaya-upaya pengendalian dan penanggulangan AMR di Indonesia.