Menjaga Keamanan Digital Anak-Anak

14

TULANG BAWANG BARAT, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Jum’at (17/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Keynote Speaker oleh Gubernur Lampung, Ir. H. Arinal Djunaidi dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan dan mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Tema Webinar “Menjaga Keamanan Digital Anak-Anak” oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session di akhir webinar.

Selvie Novianti M.Sc dosen STP Bandung menjabarkan data yang didapat dari KPAI 2017-2019 bahwa 48% anak anak usia 7 -17 tahun telah mengakses internet, 75% nya mengakses hiburan, 54% mengakses untuk proses belajar dan 52% mengakses informasi dan berita.

Ada beberapa bentuk ancaman digital bagi anak anak antara lain konten (apps, games, podcast, video) , kontak (komunikasi dan interaksi), dan komersial (iklan di game, situs dan aplikasi) dimana semuanya rentan akan keamanan anak terutama dalam kontak terdapat bujukan, cyberbulliying, pelecehan dan sebagainya serta di area komersial dimana tanpa sadar ada tawaran bebrbayar tanpa di sadari.

Mari kita bersama membuat keamanan bagi anak dengan cara manfaatkan fitur perlindungan, membuat batasan waktu, memberi ruang untuk berkarya, mengawasi dan mendapingi serta adanya nomor 1500771 pelayanan Indonesia Child Helpline atau TePSA (Telepon Pelayanan Sosial Anak). Apriansyah, SH Founder KBM OKUS UIN mengajak lebih jauh mengenal UU ITE agar Kita mengetahui rambu rambu dalam beraktifitas di dunia digital.

UU nomer 11 tahun 2008 yang nengatur tentang informasi serta transaksi elektronik atau teknologi secara umum. Tujuan dibuat UU ITE adalah untuk melindungi hak warga negara terkait data pribadi agar tidak digunakan diluar keinginan.

Dr. Mahfud, M.Pd Pimpinan Fullday Daarul Qur’an menjabarkan tentang pentingnya mempunyai digital skill di masa pandemi, dimana hampir 80 % penggunaan internet untuk media sosial. Banyak generasi milenial yang bercita cita untuk menjadi seperti Atta, Ria Ricis (Youtber), Hendrik Tio (Bhineka) atau menjadi seorang starup.

Beberapa skill yang dicari dalam era digital ini antara lain web developer, social media marketing, UX Design, Content Creator dan sebagainya. Sedangkan soft skill yan harus dimiliki yaitu motivasi, komunikasi, pengendalian emosi, kreatif, inovatif dan intregitas.

Tiara Rica, M.Keb., AIFO Dosen STIKES Panca Bakti Lampung menjelaskan infodemik adalah kondisi berkembangnya informasi terkait suatu fenomena tanpa mempertimbangkan unsur kebenaran. Dampak yang terjadi adalah rasa takut, panik, kebencian / stigma, dan konflik.

Ichal Faiasal menjadi Key Opnion Leader yang mengakhiri webinar dengan menambahkan poin pembahasan para narasumber sesuai dengan profesinya sebagai seorang broadcaster.