Menjadi Pejuang Anti Hoaks di Dunia Digital

89
Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Kabupaten Majelengka, Jawa Barat, Jum’at, 30 September 2022. (Fofo: Info31.id/Pool/Dok. Kominfo)

MAJALENGKA, info31.id – Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, situs layanan manajemen konten Hootsuite (We are Social) mencatat bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna dimana 170 juta penggunanya menggunakan media sosial. Ini dapat dikatakan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 61,8% dari total populasi Indonesia.

Menurut survei literasi digital di Indonesia pada tahun 2021, indeks atau skor literasi digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori sedang.

Sebagai respon untuk menanggapi perkembangan ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan Program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada 4 (empat) pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital dan Keamanan Digital. Melalui program ini 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Program Indonesia Makin Cakap Digital ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital.

Terkait hal itu Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Kabupaten Majelengka, Jawa Barat, Jum’at, 30 September 2022. Ada empat kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan webinar tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital.

Dengan tema “Menjadi Pejuang Anti Hoaks di Dunia Digital”, webinar ini menghadirkan para pemateri yang bekompeten di bidangnya masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session. E. Rizky Wulandari, Dosen Fikom yang menyampaikan materi “Ayo Jadi Netizen Kritis!”.

Menurutnya, kita harus selalu menyadari bahwa kita berinteraksi dengan manusia nyata di jaringan yang lain, bukan sekedar dengan deretan karakter huruf di layar monitor, namun dengan karakter manusia sesungguhnya. “Jangan pernah memberikan ruang pada hoaks di hidupmu, cukup untuk dia saja yang mengisi hatimu,” jelas E. Rizky.

Pembicara lain, Zulfikar Taqiuddin, Chief Executive Officer Suara Akademia USK, dalm materi “Pemuda Berkarakter Pancasila Dalam Dunia Digital”. Menurutnya, kehidupan sehari-hari remaja dan pemuda identik dengan media sosial sehingga untuk menyebarkan nilai-nilai Pancasila secara efektif cukup dengan menggunakan dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi.

“Kita dapat menggunakan dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi sehari-hari remaja untuk menyebarkan nilai-nilai Pancasila secara efektif . Karena remaja dan pemuda di Indonesia sangat mudah dan rentan disusupi pengaruh dunia luar karena selalu bersinggungan dengan media sosial yang banyak bertaburan berita dan informasi yang belum semua bisa dipakai kebenarannya,” jelasnya.

Sedangkan pemateri H. Youri Lylie, Dosen STMIK MIC, Cikarang melalui materi “Aman Bermedia Digital Hati-Hati Rekam Jejak Digital”, mengatakan, keamanan digital adalah sebuah proses untuk memastikan penggunaan layanan digital, baik secara daring maupun luring dapat dilakukan secara aman.

“Pastikan keamanan dari gawai dan media digital yang kamu punya termasuk media sosial dan aplikasi perpesanan dengan menggunakan password yang kuat dan pastikan mengaktifkan 2FA (Two-Factor Authentication)” jelas H. Youri Lylie.

Sementara, untuk merealisasikan dan mengedukasi masyarakat Indonesia agar semakin cakap dan beretika di ruang digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) siberkreasi juga membuat kampanye suara.

Kampanye suara ini berkolaborasi dengan musisi bernama laleilmanino dan JKT48 untuk menghadirkan sebuah jinggle dengan tema literasi digital berjudul “Berani Bersuara” yang diluncurkan pada tanggal 27 Mei 2002 melalui YouTube siberkreasi. Peluncuran jinggle “Berani Bersuara” juga diikuti dengan runtutan kampanye lainnya seperti JKT48 yang mengajak generasi muda Indonesia untuk bernyanyi bersamaan dengan personil JKT48 di Tiktok dan nyanyi bareng Ilmanino di Instagram.

Upaya ini dilakukan untuk menyampaikan keterikatan dengan pesan yang disampaikan di dalam lirik lagu tersebut. Melalui kampanye lagu berani bersuara diharapkan masyarakat Indonesia semakin bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial sehingga menciptakan ruang berkreasi yang aman positif dan beretika.

Kementerian komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia makin cakap digital melalui kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat. Untuk mengikuti kegiatan yang ada, masyarakat dapat mengakses info.literasidigital.id atau media sosialisasi berkreasi seperti Instagram, Tiktok Twitter, YouTube dan Facebook.