Menjadi Netizen Berakhlak Mulia

806
Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Jawa Barat di Kota Depok pada hari Rabu, tanggal 28 September 2022. (Foto: info31/Pool/Dok. Humas Kominfo)

DEPOK, info31.id – Internet adalah anugerah, tetapi bisa menjadi bencana manakala teknologi ‘hanya bisa mengendalikan kita’ manusia, tanpa jiwa-jiwa yang beretika.

“Etika digital ditawarkan sebagai pedoman menggunakan berbagai platform digital secara sadar, tanggung jawab, berintegritas, dan menjunjung nilai-nilai kebajikan antar insan dalam menghadirkan diri, kemudian berinteraksi, berpartisipasi, bertransaksi, dan berkolaborasi dengan menggunakan media digital,” jelas Budhi Widi Astuti, M.A., CPS®, CDS, dosen Prodi Ilmu Komunikasi, UKSW, Salatiga, Jateng yang menyampaikan judul materi Etis Bermedia Digital: Menjadi Netizen Berakhlak Mulia dalam kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Jawa Barat di Kota Depok pada hari Rabu, tanggal 28 September 2022. Ada 4 (empat) kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan webinar tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital.

Tema besar webinar di Kota Depok tersebut adalah Etika bebas berpendapat di dunia digital disampaikan oleh para pemateri yang mempunyai kompetensi di bidangnya masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session.

Selain Budhi Widi Astuti, hadir pula pemateri M. Adhi Prasnowo, dosen dan praktisi yang menyampaikan materi berjudul Hati-Hati Rekam Jejak Digital. Menurutnya budaya bermedia digital merupakan kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari−hari.

“Jatidiri kita dalam ruang budaya digital tak berbeda dengan budaya non digital. Digitalisasi budaya memungkinkan kita mendokumentasikan kekayaan budaya. Digitalisasi budaya dapat menjadi peluang untuk mewujudkan kreativitas,” jelas M. Adhi.

Pembicara lainnya adalah Suraiya Kamaruzzaman, dosen Fakultas Teknik, USK Yang Menyampaikan Materi Mencegah Perundungan di Dunia Maya. Menurutnya cyberbullying kondisi dimana seseorang merasa tidak nyaman terhadap komentar, informasi, gambar foto yang ditujukan untuk dirinya, yang bertujuan menyakiti, intimidasi, menyebar kebohongan dan menghina, yg diunggah di internet, jejaring media atau teknologi digital lainnya, yang dilakukan oleh orang lain. “Semua orang berhak untuk dihormati, baik di dunia maya maupun di dunia nyata.,” jelas Suraiya.

 

 

 

 

Situs layanan manajemen konten Hootsuite (We are Social) mencatat bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna dimana 170 juta penggunanya menggunakan media sosial. Ini dapat dikatakan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 61,8% dari total populasi Indonesia. Menurut survei literasi digital di Indonesia pada tahun 2021, indeks atau skor literasi digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori sedang.

Sebagai respon untuk menanggapi perkembangan ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan Program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada 4 (empat) pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital dan Keamanan Digital. Melalui program ini 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Untuk merealisasikan dan mengedukasi masyarakat Indonesia agar semakin cakap dan beretika di ruang digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) siberkreasi juga membuat kampanye suara. Kampanye suara ini berkolaborasi dengan musisi bernama laleilmanino dan JKT48 untuk menghadirkan sebuah jinggle dengan tema literasi digital berjudul “Berani Bersuara” yang diluncurkan pada tanggal 27 Mei 2002 melalui YouTube siberkreasi.

Peluncuran jinggle “Berani Bersuara” juga diikuti dengan runtutan kampanye lainnya seperti JKT48 yang mengajak generasi muda Indonesia untuk bernyanyi bersamaan dengan personil JKT48 di Tiktok dan nyanyi bareng Ilmanino di Instagram. Upaya ini dilakukan untuk menyampaikan keterikatan dengan pesan yang disampaikan di dalam lirik lagu tersebut. Melalui kampanye lagu berani bersuara diharapkan masyarakat Indonesia semakin bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial sehingga menciptakan ruang berkreasi yang aman positif dan beretika.

Kementerian komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia makin cakap digital melalui kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat. Untuk mengikuti kegiatan yang ada, masyarakat dapat mengakses info.literasidigital.id atau media sosialisasi berkreasi seperti Instagram, Tiktok Twitter, YouTube dan Facebook.