Meningkatkan Persatuan di Tengah Gempuran Digital

616
Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika kembali menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital, Selasa, 16 Agustus 2022. (Foto: Info31.id/Pool/Dok. Humas Kemkominfo)

INDRAMAYU, info31.id – Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika kembali menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital, Selasa (16/8/2022).

Webinar tersebut diperuntukan bagi Segmen Kelompok Masyarakat atau Komunitas di Wilayah Jawa Barat. Kali ini Kemkomionfo menggelar kegiatan dengan tema “Meningkatkan Persatuan di Tengah Gempuran Digital” itu di Kabupaten Indramayu. Ada empat kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital Dan Budaya Digital.

Acara ini menghadirkan para pemateri yang mempunyai kompetensi di bidangnya masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session. Antara lain Frans Padak Demon, International Media Consultant yang menyampaikan materi “Pemuda Berkarakter Pancasila Dalam Dunia Digital”.

Menurut Frans, milikilah kecakapan digital, pahamı dan terapkanlah nilai-nilai pancasila di ruang digital. Jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan kecakapan digital. “Wujudkan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan karakter dalam beraktivitas di ruang digital,” katanya.

Sementara itu, Astri Dwi Andriani, Media & Campign Director NXG Indonesia dan Dekan FIKOM UNPI dengan materi “Perempuan Berani Bersuara Terhadap Pelecehan Di Media Sosial”, mengatakan sebaiknya netizen Posting Yang Penting, Bukan Yang Penting Posting.  ”Think Before Posting Because You Are What You Share,” ujarnya.

Sedangkan Siti Sholikah, Content Creator yang juga Business Woman dalam makalahnya berjudul “Kebal Hoaks: Ayo Jadi Netizen Kritis” mengatakan, dalam bermedia sosial penting untuk mengerti apa itu HOAX dan ciri-ciri nya.

Perhatikan berita yang di sampaikan di media sosial, jangan terlalu mudah percaya. “Bijak menggunakan media social dengan menahan diri untuk tidak selalu menyebarkan berita yang di dapat,” jelasnya.

Untuk merealisasikan dan mengedukasi masyarakat Indonesia agar semakin cakap dan beretika di ruang digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) siberkreasi membuat kampanye suara.

Kampanye suara ini berkolaborasi dengan musisi bernama laleilmanino dan JKT48 untuk menghadirkan sebuah jinggle dengan tema literasi digital berjudul “Berani Bersuara” yang diluncurkan pada tanggal 27 Mei 2002 melalui YouTube siberkreasi.

Peluncuran jinggle “Berani Bersuara” juga diikuti dengan runtutan kampanye lainnya seperti JKT48 yang mengajak generasi muda Indonesia untuk bernyanyi bersamaan dengan personil JKT48 di Tiktok dan nyanyi bareng Ilmanino di Instagram. Upaya ini dilakukan untuk menyampaikan keterikatan dengan pesan yang disampaikan di dalam lirik lagu tersebut.

Melalui kampanye lagu berani bersuara diharapkan masyarakat Indonesia semakin bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial sehingga menciptakan ruang berkreasi yang aman positif dan beretika.

Kementerian komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia makin cakap digital melalui kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat. Untuk mengikuti kegiatan yang ada, masyarakat dapat mengakses info.literasidigital.id atau media sosialisasi berkreasi seperti Instagram, Tiktok Twitter, YouTube dan Facebook.