Mengusung Konsep Heritage, KINA Bertransformasi dari Cafe ke Restoran Ramah WFH

Jakarta,info31.id – PT Kopi Kina Indonesia memulai usahanya di bidang roastery dengan sistem bisnis B2B (Business to Business) sebagai supplier ke beberapa rekan jaringan ritel nasional.

Company yang mengusung lambang kupu-kupu sebagai simbol “Transformasi” ini membuka retail pertamanya dalam bentuk cafe yang diberi nama Kopi Kina di kawasan Tebet, Jakarta Selatan tepat dengan lokasi roastery berada.  Setelah sukses dengan Kopi Kina Tebet, Mereka memutuskan  membangun ‘flagship store’  mereka, KINA yang berlokasi di Senopati tepat pada 23 Oktober  2020.

KINA mengusung konsep yang berbeda jauh dengan Kopi Kina, hal ini bisa terlihat dari menu yang disediakan, desain interior dan fasilitas, KINA lebih mengusung restoran heritage.

“Dari segi infrastruktur kita lebih mengarah ke arah modern, sedangkan dari segi vintage sendiri kita ada beberapa vinyl, lalu kita menggunakan bahan rotan, yang Indonesia banget. Lalu juga ada di salah satu ruangan indoor smoking kami yang mengusung tema Japanese, jadi kami ingin menggabungkan antara vintage, heritage dan modern” jelas Vega Juwitha Public Relation KINA.

Memang jika diperhatikan secara seksama saat pertama masuk, terdapat kesan klasik yang terlihat dari anyaman rotan yang terdapat di pintu masuk. Belum lagi ditambah dengan vinyl lengkap dengan puluhan kaset klasik yang terdapat di sudut ruangan. Pengunjung seperti ingin diajak memutar musik lalu berdansa ala-ala tahun 80an.

Tak Jauh dari situ terdapat juga ruangan indoor yang memang sangat bernuansa Jepang dilengkapi dengan tembok ala-ala Jepang dan terdapat juga beberapa pajangan kamera analog yang menambah kesan vintage.

Di ruangan setelahnya ada area outdoor yang  dilengkapi dengan atap bambu yang sejuk, tanaman-tanaman yang rindang dengan bantuan kipas angin, khusus area outdoor ini lantainya dilapisi bebatuan koral yang menambah kesan tropis.

Vega Juwitha Public Relation KINA.

Lalu khusus di  lantai dua sendiri KINA menyediakan dua meeting room yang bisa dipesan by request.

Tak hanya dari segi interiornya saja, konsep heritage dari KINA masuk juga ke menu yang mereka sajikan. Terdapat beberapa menu yang kaya akan nilai sejarah.

“Ya contohnya kita ada menu Breakfast in London yang merupakan heritage di Inggris, lalu kita punya menu pecel, gado-gado yang kami rasa mewakili heritage Indonesia sendiri karena sudah dikenal dari Sabang sampai Merauke” jelas Vega.

Di daftar Menu secara keseluruhan sendiri terdapat berbagai macam menu yang variatif mulai dari menu Indonesia, menu Asia, Western hingga ke arah Latin. Beberapa menu yang bisa dijumpai seperti Rib-Eye Steak with Klathak Sauce, Rosemary Duck Confit, Lemon Butter Baramundi, Coffee Rub Burger, Canggu Style Smoothie Bowl, Mie Panjang Umur, Nachos hingga Spaghetti dan Gado-Gado Kecombrang Saus Mete terdapat dalam menu yang disajikan KINA.

Bahkan KINA sendiri tidak hanya menyediakan menu untuk manusia saja, mereka juga menyediakan menu untuk hewan peliharaan yang dibawa oleh pemiliknya,yakni Sausage dan Rice and Minced Beef.

“Kita juga ada makanan khusus untuk hewan peliharaan, bagi yang membawa hewan peliharaan sendiri hanya boleh menempati area outdoor dengan tanggung jawab sepenuhnya berada ditangan pemilik hewan” jelas Vega.

Dari sekian banyaknya menu, beberapa menu makanan yang menjadi best seller di KINA adalah Wagyu Don, Rempah Nasi Goreng. Chicken Matah Don dan khusus minuman terdapat Sweet atau Chocolate Cortado.

“Di Wagyu Don sendiri kita ada Nasi putih yang bisa diganti dengan Shirataki by request, kemudian bahan-bahannya kita ada wagyu lalu ada bawang putih, bayam dan ada kentang krispi , lalu kita ada Rempah Nasi goreng dengan warna lebih condong ke kuningan karena kita tidak pakai kecap dan lebih full rasa rempah ditambah omelette dan ayam panggang” ucap Vega.

“Sweet Cortado adalah menu yang favorit di tempat kami, nah basenya itu kopi kemudian kita pake rasa manis, kemudian khusus yang Chocolate Cortado kita bisa tambahkan cokelat yang secara rasa agak mirip ke Moccachino namun dengan rasa yang lebih kaya” lanjut Vega.

Tentu untuk menu kopi, KINA memiliki keunggulan sendiri, karena terdapat tiga puluh biji Kopi pilihan yang siap disajikan mulai dari Argopuro, Enrekang, Gayo hingga Mamasa tersedia. Selain mengunggulkan menu kopinya, KINA saat ini juga menambah berbagai macam jenis cocktail, walaupun menyediakan cocktail, KINA masih enggan menjual minuman keras lain.

“Kita ada menu cocktail juga, tapi kita tidak menjual dalam bentuk botolan atau jenis minuman keras murni” jelas Vega.

Saat ini banyak orang datang ke KINA untuk urusan pekerjaan, Vega mengakui bahwa selain mengusung konsep Heritage,KINA didesain memang untuk memberi kenyamanan pada pekerja WFH (Work From Home) yang saat ini bergeser ke trend  WFC (Work From Cafe)

“Beberapa orang yang datang kesini, mereka datang untuk bekerja. Oleh karena itu table yang kami sediakan didesain nyaman digunakan untuk bekerja” lanjut Vega,

Meskipun begitu Vega mengaku bahwa KINA tidak serta merta didesain secara khusus untuk menarget pekerja kantoran semata.

“Kalau bicara mengenai target konsumen sendiri sebenarnya kita tidak sepenuhnya ke orang-orang kantor.  cuma kita punya yang namanya target secara range umur, yakni di range antara 30 hingga 40 tahun yang mana di usia segitu rata-rata adalah orang-orang yang sudah bekerja. Jadi kami ingin membuat tempat kami nyaman untuk WFC dan juga sebagai tempat yang nyaman untuk nongkrong setelah bekerja”jelas Vega.

Tertarik untuk merasakan suasana maupun menu-menu dari KINA ? anda bisa datang ke KINA di wilayah Senopati tepatnya di alamat Jl. Birah II No.82, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Saat ini setelah sempat tutup beberapa minggu di awal PPKM Darurat, KINA kembali buka pada jam operasional pukul 10.00 hingga 21.00 WIB dengan mengikuti aturan PPKM yang ada. (Muhamad Ario Yudhono)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here