Mendikbud; Learning Loss Saat PPJ Tidak Bisa Dihindari

Mendikbud Nadiem Makarom menyampaikan paparannya dalam diskusi FMB9 bertajuk Merdeka Belajar, Transformasi Pendidikan Indonesia, Jum’at (22/1/2020).

Jakarta, info31.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan, potensi learning loss atau kehilangan kompetensi belajar siswa adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada masa pandemi Covid-19 ini.

“Learnig lost adalah suatu hal yang sangat sulit dihindari dalam situasi PJJ ini.  Seperti kita tahu, semua guru, semua orang tua dan saya sebagai orang tua juga mengerti bahwa proses adaptasi selama PJJ ini sangat sulit dan menimbulkan dibanyak skenario,  situasi yang tidak optimal,” Ujar Mendikbud dalam diskusi FMB9 bertajuk Merdeka Belajar, Transformasi Pendidikan Indonesia, Jum’at (22/1/2020).

Menurut Nadiem, saat ini pihaknya belum bisa mengukur mengukur berapa kuantitas learning lost yang terjadi pada siswa selama PJJ berlangsung. Namun demikian Nadiem mengakui bahwa learning lost yang terjadi merupakan situasi yang real yang harus disikapi, salah satunya dengan penyelenggaraan assesmet nasional yang akan digelar pada bulan September nanti.

“Kita belum bisa mengukur berapa kuantitas learning lost-nya, tetapi harapannya dengan asesmen nasional di bulan September nanti kita akan punya ada baseline, dan tahun depannya kita akan bisa ukur apakah itu menurun atau meningkat,” jelasnya.

Kementrian Pendidikan  dan Kebudayaan, lanjut Nadiem telah melakukan langkah-langkah dan inisiatif untuk mengatasi learning lost akibat PJJ ini, meski diakui tidak seefektif pembelajaran tatap muka. Menurut Nadiem inisiatif yang diambil atara lain dengan memberikan kuota internet gratis, perluasan penggunaan dana BOS sehingga bisa digunakan untuk membeli handphone android atau laptop, kurikulum darurat, modul belajar dan pelatihan-pelatihan.

“Jadi tolong buat Pemda-pemda dimana sekolah-sekolahnya paling sulit melakukan PJJ, harap segera dilakukan pembukaan pembelajaran tatap muka, toh tatap muka dilakukan dengan protocol kesehatan dan cuma dilakukan 50%,” ungkapnya.

Nadiem menambahkan, sebenarnya PJJ juga banyak benefitnya antara lain, orang tua siswa jadi lebih banyak terlibat.  Menurut Nadiem salah satu kunci sukses dalam PJJ selain guru adalah keterlibatan orang tua siswa.

“Yang membedakan PJJ sukses atau tidak itu sebenarnya Orang Tua, anak-anak yang orangtuanya telaten, yang orang tuanya itu mendampingi anaknya, pembelajaran itu masih terjadi.  Jadi kuncinya itu sebenarnya orang tunya, pendampingan orang tua itu sangat berdampak pada masa PJJ ini,” tutupnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here