Menaker Lepas Pemberangkatan 173 PMI ke Taiwan

30
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, melepas 173 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan berangkat bekerja ke Taiwan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pemberangkatan ini menyusul dibukanya kembali penempatan PMI oleh pemerintah Taiwan per 11 November 2021. (Foto:info31.id/Pool/Dok.Kemnaker)

TANGERANG,info31.id – Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, melepas 173 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan berangkat bekerja ke Taiwan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pemberangkatan ini menyusul dibukanya kembali penempatan PMI oleh pemerintah Taiwan per 11 November 2021.

Menaker Ida mengatakan, selama masa penutupan penempatan PMI yang dilakukan oleh Otoritas Taiwan sejak awal Desember 2020, Kementerian Ketenagakerjaan telah melakukan langkah-langkah untuk mengupayakan pembukaan kembali penempatan PMI sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh Otoritas Taiwan.

“Perjuangan kita semua pada masa pandemi COVID- 19 ini cukup berat, terutama yang harus dilalui oleh anak-anakku semua, di mana proses penempatan PMI ke Taiwan sempat tertunda hampir satu tahun,” kata Menaker Ida secara virtual, Selasa (23/11/2021).

Pihaknya juga terus melakukan negosiasi dengan Otoritas Taiwan, baik melalui TETO (The Taipei Economic and Trade Office) di Jakarta, maupun dengan Kementerian Tenaga Kerja Taiwan di Taipei untuk meyakinkan Otoritas Taiwan bahwa PMI siap untuk ditempatkan dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga: Kemnaker Matangkan Persiapan Penempatan PMI ke Taiwan

Pemerintah Taiwan membuka kembali penempatan PMI per 11 November 2021 setelah pihak Indonesia mampu meyakinkan pihak Taiwan melalui penerbitan SOP (Standar Operasional Prosedur) pelaksanaan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 di Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan Lembaga Pelatihan Kerja Luar Negeri (LPK-LN).

“Oleh karenanya, saya ucapkan selamat kepada anak-anakku Pekerja Migran Indonesia, yang telah berhasil melalui semua tantangan yang cukup berat itu,” katanya.

Menaker Ida berpesan kepada para penanggung jawab P3MI dan BLKLN agar komitmen untuk melaksanakan SOP yang diterbitkan, sehingga dapat menunjukan keseriusan Indonesia dalam pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19, baik di dalam negeri dan di luar negeri.