Menaker Ida: Peluang Kerja Sebagai Perawat Lansia di Jepang Tinggi

58
Menaker Ida Fauziah. (foto:info31.id/pool/dok.kemnaker).

JAKARTA,info31.id — Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan, kebutuhan akan pekerja perawat para lansia di Jepang sangat tinggi, lantaran banyak penduduk negara itu yang telah memasuki usia senja.

Jepang saat ini membutuhkan SDM perawat yang tinggi dikarenakan banyak penduduknya telah memasuki usia lanjut.

Sejak beberapa tahun lalu, Pemerintah Jepang mendorong penerimaan peserta pemagangan maupun tenaga kerja asing melalui skema Specified Skilled Workers  atau SSW.

“Hal ini tentunya merupakan peluang sangat baik bagi SDM Indonesia yang ingin bekerja sebagai perawat lansia/Caregiver di Jepang, mengingat Negara Jepang tertarik atas kemampuan dan sikap tenaga kerja Indonesia yang dikenal dengan ramah dan sopan,” jelas Menaker Ida menyaksikan nota kesepakatan Kementrian Ketenagakerjaan dengan Hinode Social Welfare Corporation, (HSWC), Jepang, Selasa, (17/5/2022).

Baca Juga: Kabar Baik buat Emak-Emak, Hari Ini Pemerintah Luncurkan Program Minyak Goreng Rakyat

Menaker Ida menyebutkan, Kementerian Ketenagakerjaan bersama HSWC, Jepang, tengah mempersiapkan program pelatihan pilot project di tahun ini untuk menjadi calon pekerja di Jepang melalui skema Specified Skilled Workers atau SSW.

Setelah menyelesaikan pelatihan ini, para lulusan berkesempatan untuk mengikuti uji kompetensi sesuai standar Jepang.

“Apabila lulus maka berkesempatan untuk bekerja di Jepang melalui skema Specified Skilled Workers atau SSW,” ucap Menaker Ida.

Sebagai informasi, Hinode Medical Walfare Group adalah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan dan makanan. Perusahaan tersebut berbasis di Perfektur Hyogo, Jepang.