Menparekraf Dorong Komunitas dan Pengelola Desa Wisata Maksimalkan Inovasi Produk

129
Menparekraf menjelaskan diperlukan kolaborasi yang harus dilakukan semua pihak untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya, dengan terus mendorong kolaborasi pentahelix dalam pengembangan wisata. (Foto:info31.id/Pool/Dok.Kemenparekraf).

MAGELANG,info31.id – Inovasi produk wisata sangat penting dilakukan guna menarik minat para wisatawan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan, inovasi tersebut bisa dengan menggabungkan berbagai potensi seperti ecotourism, nature based tourism, atau nature eco wellness adventure yang menjadi paket wisata.

Kesemuanya  itu, lanjut Menparekraf,  merupakan inovasi produk wisata yang akan berkembang cepat dan menjadi mainstream baru di industri pariwisata yang memiliki daya tarik bagi wisatawan.

“Ini sebuah paket kesatuan yang lengkap apabila semuanya disandingkan untuk menangkap pergeseran preferensi wisatawan. Kemudian ada package innovation seperti hybrid event, staycation, virtual tour, private picnic package, dan lainnya,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam sambutannya di hadapan para peserta Study Banding Pelaku Wisata Kabupaten Subang Jawa Barat, di BUMDes Graha Mandala, Desa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Baca Juga: Ramah Lingkungan dan Berpotensi Serap Tenaga Kerja, Produk “Plepah” Diapresiasi Kemenparekraf

Sandiaga menjelaskan, untuk memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki, suatu daerah harus mengidentifikasi terlebih dahulu kekuatan yang dimiliki. Sebagai contoh Kabupaten Magelang yang memaksimalkan potensi tentang 7 gunung, Candi Borobudur, dan beberapa destinasi lain termasuk kulinernya.

“Magelang juga memiliki kopi di dalamnya, di sini (Magelang) salah satu penghasil kopi terbaik tanah air. Tadi saya coba Pawon luwak kopi, dan rasanya luar biasa. Jadi hal itu yang harus dibangun,” ujarnya.

Menparekraf juga mengatakan para pelaku wisata harus beradaptasi di tengah pandemi yang saat ini masih terjadi.

“Domestic Micro Tourism, di era pariwisata kenormalan baru nantinya tidak hanya pariwisata yang mengandalkan jumlah yang besar, tetapi wisatawan yang berada di sekitar destinasi,” katanya.

Menparekraf menjelaskan diperlukan kolaborasi yang harus dilakukan semua pihak untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya, dengan terus mendorong kolaborasi pentahelix dalam pengembangan wisata.