Memahami Pentingnya Data Pribadi di Media Sosial

5

DELI SERDANG, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital, Kamis (23/9/2021). Webinar membahas tentang “Memahami Pentingnya Data Pribadi” oleh para narasumber yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang influencer yang akan ikut berpartisipasi.

Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital.

Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu, H. Edy Rahmayadi., yang memberikan sambutan pembuka dan dukungan penuh untuk Literasi Digital Kominfo 2021.

Menurut Ersan Suria Pranoto, BA Hons., M.Sc., menjelaskan privasi dan data yang perlu dijaga, antara lain kartu identitas, kartu elektronik atau perbankan, kode atau barcode, atribut sekolah anak, atribut dan tempat bekerja, permasalahan keluarga, foto anak tanpa pakaian, serta foto rumah dan segala isinya.

Cara menghindari ancaman keamanan di ruang digital, meliputi jaga etika dan bahasa, jangan asal unggah konten, filter akun yang diikuti, tidak perlu detail mencantumkan informasi, lindungi privasi, serta selalu waspada dan jangan langsung percaya.

Ditambah dengan pemaparan oleh Aldan Aldama, S.Sos., M.Si., menjelaskan dalam menggunakan aplikasi percakapan dan media sosial, sangat penting memperhatikan fitur keamannya, antara lain privacy Setting, blocking, reporting atau deleting, location setting, verifikasi dua langkah, Touch ID atau Face ID, pengaturan privacy group, serta profil privasi.

Ini semua untuk menghindari cybercrime, antara lain peretasan atau hacking dan penipuan, ancaman online, penguntit, membeli barang illegal, pembuatan profil palsu, serta persahabatan online palsu.

Dalam mengenali berita palsu, Haris Fadhil, S.I.P antara lain cek sumber beritanya. Hoaks biasanya berita dari sumber yang tidak terpercaya. Jadi perhatikan sumbernya dan jangan langsung memnbagikan sebelum disaring, supaya tidak menjadi bagian dari penyebaran berita hoaks tersebut. Menurut Widya Handary, S.H., untuk membatasi kebebasan berekspresi di dunia maya agar masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap apa yang disampaikannya dan menguji kedewasaan masyarakat dalam menyikapi makna kebebasan berekspresi. Bebas berekspresi tidak harus menyakiti orang lain. Pahami batasan-batasan dalam berekspresi.