Melawan Pelecehan Seksual di Dunia Digital

7

TOBA, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Sabtu (18/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Keynote Speaker Gubernur Provinsi Sumatera Utara, H. Edy Rahmayadi. Webinar membahas “Seksual Melawan Pelecehan di Dunia Digital” oleh para narasumber berkompeten di bidang masing-masing serta seorang influencer.

Menurut, Aji Mudho Ariwibowo, S.ST., M.MT., macam-macam pelecehan, meliputi sexting, non-consensual, body shaming, dan scamming. Penyebab pelecahan seksual, antara lain pandangan politik, penampilan, gender, ras/etis, agama, serta orientasi seksual. Jenis pelecahan yang diterima, meliputi julukan menyakitkan, olokan yang memalukan, pelecehan terus menerus, serta pelecehan seksual.

Cara yang dapat dilakukan agar dapat terhindari dari pelecehan seksual, antara lain tidak mengumbar informasi pribadi secara berlebihan, tidak mengunggah foto dengan pakaian terbuka yang dapat memancing pelaku pelecehan, menonaktifkan kolom komentar, tidak blokir pelaku pelechan, simpan bukti pelecehan, serta laporkan pelaku pelecehan ke pihak berwajib.

Ditambahkan dengan pemaparan oleh Drs. Alfred H. Silalahi, M.Si., menjabarkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam bermedia sosial agar bijak dan bertanggung jawab, antara lain jangan asal unggah konten, pahami konten agar tiding menyinggung SARA dan orang lain, tetap wasapda dan jangan mudah percaya terhadap isi unggahan konten seseorang, tidak terlalu cepat membagikan informasi, serta menjaga etika di dunia maya.

Tips aman berinternet menurut Chika Audhika, meliputi mengonsumsi konten baik, berlatih digital, dan menjadi netizen ramah. Diakhiri dengan key opinion leader oleh Deva Doremiva sebagai Influencer, menjelaskan melawan pelecah seksual denga tidak memberi ruang untuk melakukan melakukan tindakannya. Dengan bijak bermedia sosial maka akan aman dan tidak mudah menjadi korban pelecehan seksual di dunia digital.