Melawan Pelecehan Seksual di Dunia Digital

12
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. (Foto : Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo).

BUKIT TINGGI, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Jum’at (17/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P sebagai Keynote Speaker dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan dan mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Tema Webinar “Melawan Pelecehan Seksual di Dunia Digital” oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session di akhir webinar.

Dunia digital identik dengan beragam aktifitas baik yang positif maupun negatif, yang salah satunya tentang pelecehan seksual, dan hoax yang cukup berkaitan. Irhamillah Idham, S.Ikom Animator dan Starup Founder menjelaskan tentang hoax yang banyak beredar di dunia maya.

Tujuan hoax antara lain Politik, Perpecahan, Pelecehan dan Ekonomi. Kita harus bijak dan memahami judul yang provokatif, perhatikan situsnya, periksa keaslian foto dan video apakah editan. Jenis hoax antara lain Fakenews, Click Bait, Satire, Propaganda dan sebagainya.

Rina Agustina, S.Pd Guru SMK ICB Wisat Bandung membahas tentang Rekam Jejak kita di ranah pendidikan, jangan sampai meninggalkan jejak negatif karena selain mencerminkan jati diri juga rentan akan kejahatan dengan mengambil data kita.

Siswa saat mencari informasi di situs tertentu, berkomunikasi dengan guru. Saat proses pembelajaran, semua akan terekam dan meninggalkan jejak. Peran orang tua, guru dan siswa sama sama bertanggung jawab untuk membuat komunitas daring yang aman dan kondusif.

Bayu Ramadhani memberikan pemaparan Fenomena Digital saat ini dimana adanya banyak perubahan dalam pendidikan d industri 4.0 antara lain dari ruang kelas ke daring (zoom, google clasroom), tes mandiri menjadi kolaburasi, dengan menggunakan ajaran multimedia (audio, teks dan video). Microlearning adalah fenomena distraksi notifikasi sosial media, game online atau hal lain di luar konteks pembelajaran, digunakan sebagai strategi dalam merancang konten belajar menjadi segmen segmen kecil dan terfokus, contohnya microvideo, podcast dan infografis.

Cara cerdas memanfaatkan internet agar lebih produktif dijelaskan oleh Agustin Rahmawati, S.Psi, M.Si Dosen Fakultas Psikologi UNMER Malang bahwa dengan membuat konten yang menarik, edukatif dan inspiratif serta tidak plagiat akan menghasilka uang. Promosikan bisnis, menjalin relasi, mencari refrensi belanja online dan mengabadikan momen berharga adalah contoh untuk menjadi produktif dan menghasilkan pendapatan.

Webinar diakhiri oleh Lailatul Himni sorang influencer, enterpreuner dan education specialist yang menjadi Key Opinion Leader, menekankan kita dan masyarakat khususnya para orang tua untuk dapat mencegah dan melindungi anak dari kejahatan seksual serta belajar untuk lebih poduktif dalam memanfaatkan media sosial sehingga menjadi ruang pendapatan.