Melawan Pelecehan Seksual di Dunia Digital

8
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. (Foto : Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo).

BUKITTINGGI, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Jum’at (10/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansyarullah SP., memberikan sambutan pembuka dan dukungan penuh untuk Literasi Digital Kominfo 2021.

Webinar membahas tentang “Melawan Pelecehan Seksual di Dunia Digital” oleh para narasumber yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang influencer yang akan memberikan sharing session.

Dalam dunia digital kini masih terdapat dampak negatif salah satunya pelecehan seksual. Menurut Istar Yuliadi, sebagai Doktor dan Dosen, menjelaskan pelecehan seksual adalah segala macam bentuk perilaku yang berkonotasi seksual yang dilakukan secara sepihak dan tidak dikehendaki oleh korbannya.

Bentuk pelecehan seksual di dunia maya di antaranya spamming dengan komentar seksual tentang tubuh, pesan serta komentar yang berisi ajakan seksual, isyarat seksual, lelucon seksual, menampilkan gambar, graviti, cerita, atau benda seksual di depan orang lain yang tidak berkenan, dan menyebarkan rumor tentang aktivitas seksual orang lain.

Akibat hal tersebut maka ada dampak psikologis pada korban pelecehan seksual seperti depresi hingga keinginan bunuh diri, PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) karena peristiwa traumatis, perasaan rendah diri, OCD (Obsesive Compulsive Disorder) karena kecemasan atau ketakutan, menarik diri dari pergaulan, dan kecenderungan untuk menjadi pelaku pelecehan seksual (Predator).

Maka dari itu, kita perlu adanya langkah preventif menghindari pelecehan seksual di dunia maya dengan cara hindari berpartisipasi dalam forum atau situs yang memancing cyber harassment, pastikan menggunakan aplikasi pihak ketiga yang tepercaya.

Gunakan fitur keamanan pada aplikasi percakapan, hindari berbagi live location karena orang lain bisa melacak keberadaan kita dengan mudah, berhati-hati dalam memilih teman di dunia maya, dan mengatur privasi akun jejaring sosial anda untuk menghindari penyalahgunaan informasi. Dengan langkah-langkah tersebut kita bisa terhindar dari yang namanya pelecehan seksual di dunia digital.