Medsos Jadi Sarana Informasi Efektif Sektor Pariwisata

23

Banyuasin, Info31.id – Industri pariwisata yang dikelola dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi rutin dan baik merupakan bisnis strategis karena melibatkan banyak pihak. Apalagi, daerah-daerah yang memiliki kekayaan akan budaya, adat istiadat, keindahan alam, laut, sungai, gunung, dan lain-lain.

“Potensi sektor pariwisata sebagai industri yang membutuhkan kreativitas dan inovasi terus menerus, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Indonesia,” ujar Sadiman, Kabid Pengembang Perpustakaan dan Minat Baca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Transformasi Pariwisata di Era Digital”, Senin (27/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Herman Deru, dan Bupati Kabupaten Banyuasin, Askolani.

Menurut Sadiman, pariwisata tidak hanya digunakan untuk mencari kesenangan belaka, tetapi harus dapat memberikan manfaat terutama bagi para pelakunya. Pariwisata harus dapat menjadikan lingkunan di mana objek wisata itu berada menjadi tempat pelestarian lingkungan.

Faculty dan Researcher Akademi Pariwisata Medan, Liyushiana Latip Abdullah, menambahkan, upaya pemerintah membangun destinasi dengan menerapkan protokol kesehatan seperti Cleanliness, Health, Safety, dan Environment (CHSE). Penerapan protokol kesehatan dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain penyusunan berbentuk video edukasi serta handbook bagi para pelaku usaha, simulasi dan dokumentasi sebagai bahan soft campaign maupun tutorial. Kemudian, sertifikasi CHSE (Labelling Indonesia CARE) kepada destinasi pariwisata dan usaha pariwisata seperti hotel, restoran, daya tarik wisata, dan homestay.

Vocalist dan Influencer, Nelly Carey, menambahkan, saat ini kemajuan dan perkembangan media di era digital seperti media sosial memang menjadi faktor utama untuk mencari dan mendapatkan informasi melalui internet. Bahkan, hal ini mendorong masyarakat menjadikan media sosial sebagai sarana mendapatkan informasi tentang destinasi dan daya tarik wisata di belahan dunia.