Media Sosial Sebagai Wadah Demokrasi

8
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. (Foto: Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo).

SIAK, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webinar, Selasa (14/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Keynote Speaker Gubernur Riau, Drs. H. Syamsuar, M.Si dan Presiden RI Jokowi. “Media Sosial Sebagai Wadah Demokrasi” menjadi tema besar webinar dengan para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session di akhir webinar.

Media sosial sebagai media komunikasi yang saat ini sangat dibutuhkan oleh semua sektor, komunitas individu dan pemerintahan. Salah satunya adalah sebagai media demokrasi yang dilakukan oleh para politisi maupun para pelaku bisnis untuk dapat mencapai tujuannya. Namun dalam demokrasi di dunia digital kita juga tetap harus paham tentang sebuah informasi, identitas dan jejak digital di media sosial seperti yang dipaparkan oleh Iman Darmawan, ST Founder Iman Komunika.

Banyak kasus yang telah terjadi seperti penyebaran hoax politis bahkan sekarang hoax tentang Pandemi Covid dan Vaksin. Kita harus berhati hati dan selalu menjaga identitas diri dengan cara tidak sembarangan meng upload data pribadi, asal posting, jangan selfie dengan KTP Kita dan sebagainya. Azwir, S.Kom Ketua Umum Assosiasi TIK melanjutkan penjelasan tentang Kejahatan Siber.

Kejahatan Siber menjadi salah satu senjata bisnis di bidang ekonomi, di dunia politik dan militer dan termasuk kejahatan internasional. Jenis kejahatan siber antara lain Ilegal Content, Pemalsuan data, Spionase, Sabotase dan Pemerasan, Pelanggaran Kekayaan Intelektual dan Pelanggaran Pirviasi. Metode yang digunakan adalah dengan malware, phising, social engineering dan hacking. Untuk mengantisipasinya diantaranya pakai anti malware dan firewall, password yang kuat, lindungi data pribadi dan lain sebagainya.

Dari pemaparan di atas maka kita harus paham tentang aplikasi keamanan dan pertahanan siber seperti yang dijelaskan oleh Uzair, SE.,M.Si Konsultan Media, yaitu jeni aplikasi keamanan jaringan antara lain Comodo Free Firewall, TrueCrypt, Zona Alarm Free Firewall dan Tinywall. Menurut John Howard dalam bukunya An Analysis of Security Incident on The Internet bahwa keamanan komputer adalah tindakan pencegahan dari serangan pengguna atau pengakses komputer yang tidak bertanung jawab.

Dalam demokrasi, Rini Basri, S.Pd Plt Kepala Sekolah SMAN 1 Sabak Auh menerangkan bahwa kita harus menghargai karya orang lain di media sosial dengan memberikan saran dan kritik yang membangun, tidak menjiplak karya orang lain dan jangan menikmati karya bajakan. Webinar ditutup oleh Veronica Irene seorang Travel Influencer yang membahas tentang memahami demokrasi di dunia digital akan menambah wawasan kita, mana yang akun yang bisa kita ikuti mana akun yang provokatif dan apa yang bisa kita lakukan apabila mendapatkan sebuah konten yang ternyata menjebak kita.