Media Sosial Sebagai Wadah Demokrasi

8
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. (Foto : Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo).

AGAM, Info31.id – Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital, dalam webiar, Rabu (8/9/2021). Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Terdapat 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital. Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P dan Bp. Presiden RI Bapak Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Tema besar webinar “Media Sosial Sebagai Wadah Demokrasi” oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session.

Pembahasan tentang media sosial adalah arus deras informasi. Perangkat berpikir kritis dan analitis mesti dimiliki masyarakat sebagai alat saring informasi. Menetapkan agenda harian terhadap akses digital individu maupun keluarga. Budaya digital sebagai wadah demokrasi, baik dari hasil olah rasa, cara pikir, kreasi, dan cipta karya manusia berbasis teknologi internet.

Pertumbuhan budaya digital sangat ditentukan oleh penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Kampanye budaya digital di tengah masyarakat erat dengan tingkat literasi dan latar belakang pendidikan. Muncul istilah-istilah baru, cita-cita baru, harapan-harapan baru, dan juga masalah-masalah baru.

Budaya digital mendorong sebagai wadah demokrasi revolusi disegala lini kehidupan (kasus covid 19). Sebagai tata cara baru kehidupan demokrasi, budaya digital memerlukan perangkat etika, tata nilai, konstruksi berfikir dan bertindak positif, dan rambu-rambu pelaksanaan displin yang ketat.

Dalam bermedia sosial sudut pandang yang perlu diperluas yaitu Mulai dengan kritik, ekplorasi objek informasi dengan menampilkan data, pahami “Produsen” informasi, produser hoaks mereka yang melek literasi, korbannya mereka yang nirliterasi juga yang menutup diri. Meningkatkan public awareness melalui prinsip kehati- hatian.