Masyarakat Harus Smart saat Berselancar di Dunia Maya

8
Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. (Foto: Info31.id / Pool / Dok. Kemenkominfo).

PADANG PARIAMAN, Info31.id – Ancaman online, penguntit, perundungan, peretasan, penipuan, dan pembuatan profil palsu merupakan bahaya terkait data digital. Untuk itu, pemerintah menjamin keamanan digital melalui UU Data Pribadi dan UU ITE.

Demikian penjabaran Awan Albana, salah seorang pembicara dalam Webinar Indonesia Makin Cakap Digital – “Memahami Pentingnya Menjaga Keamanan di Ruang Digital”, Rabu (22/9/2021).

Webinar diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika di 77 Kabupaten/Kota, Wilayah Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Hadir dalam acara, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.

“Untuk melindungi data pribadi, masyarakat harus rutin memperbarui aplikasi, ganti kata sandi pada tiap aplikasi secara berkala, authentikasi dua faktor serta lebih berhati-hati dalam mengunduh sesuatu. Masyarakat harus SMART (safe, materials, accept, relaible, dan tell) saat online,” paparnya.

Pembicara lain, Zulherman, S.Pd., MM, menjabarkan ciri-ciri berita palsu yang meliputi didistribusikan di media sosial, memberi pesan kecemasan dan kepanikan dengan himbauan serta pengirim tidak diketahui. “Cara mengenali berita palsu, diantaranya, periksa situs dan kualitas artikel, manfaatkan google images, dan periksa kebenarannya,” katanya.

Lailatul Hilmi, Influencer, menambahkan, masyarakat perlu menjaga keamanan digital. “Sebab, kita tidak pernah tau kapan orang akan memanfaatkan data pribadi yang disebar diunggah di media sosial untuk hal negatif dan tidak bertanggung jawab. Hindari mengunggah data pribadi memberitahukannya kepada siapapun,” pungkasnya.